Kain batik tulis adalah identitas Nusantara. Masing-masing daerah punya kain batik. Beda daerah maka beda corak motifnya. Namanyapun beda, maka kain dari setiap daerah punya kekhasan masing-masing.
Sumba, suatu pulau di tanah Cendana, Nusa Tenggara timur, menyimpan sejuta pesona soal kain. Pulau ini dikenal bukan hanya soal harumnya kayu cendana atau dikenal hanya soal Kuda sandalwood saja. Bukan itu. Tapi Sumba dikenal dengan kain tenun dan batiknya.
Corak kain dengan tenunan asli dari para ibu menambah rasa dari setiap aroma kain. Corak merah dan hitam yang kental mendominasi motifnya. Bahan-bahan kain, mulai dari benang dan cat warna-warni yang menjadi warna kain, semuanya berasal dari bahan lokal, alami, dan bias didapat di sekitar.
Pelestarian kain kini mencemaskan. Begitu banyaknya batik cetak turut membuat hati kita was-was kalau-kalau suatu hari nanti tidak ada batik tulis. Semuanya cetak. Sekarang masyarakat kita perlahan menyadari pentingnya kain lokal untuk kelangsungan nama baik bangsa di tataran global.
Bagaimanapun juga identitas itu penting. Kain adalah identitas kita sebagai bangsa. Karenanya, wajib kita jaga dan lestarikan.
Bersyukurlah kita semakin banyak anak-anak muda yang bangga mengenakan kain daerah. Sekaranglah waktunya untuk menggeliat dan bangkit. Seperti kebangkitan kain Sumba yang mulai mendunia. Amin…
Tidak ada komentar:
Write komentar