Tampilkan postingan dengan label Demokrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Demokrasi. Tampilkan semua postingan

20 Mei 2016

Geliat 18 Tahun Reformasi Indonesia dan Refleksinya

SOBAT MEDIA – Era Reformasi Indonesia tepat diperingati pada 21 Mei setiap tahunnya. Pada tahun 2016 ini, reformasi Indonesia telah mencapai usia 18 tahun. Sungguh usia yang masih belia tetapi sudah layak untuk beranjak dewasa.

Suara-suara perubahan didengungkan ketika negeri ini dinilai penuh dengan ketakutan. Suara-suara ini kian menyeruak di pelosok-pelosok negeri berbarengan dengan krisis multidimensi. 

Bagaimana mungkin negeri yang demokratis, menurut para aktifis ketika itu, dipimpin oleh suatu kekuatan tunggal yang punya pengaruh kuat dalam berbagai sendi kehidupan berbangsa? Tentulah keadaan ini menisbikan kata demokrasi itu sendiri.

Pada sisi lain, bagaimana mungkin kemakmuran dicapai tanpa ada pembangunan ekonomi makro? Bagaimana mungkin kita bisa hidup tanpa bantuan yang kala itu dibutuhkan untuk pembangunan? 

Suara-suara yang berbeda ini mendengung keras dalam ranah-ranah akademik dan publik. Semua orang dari berbagai lapisan membicarakannya. Kemudian bangsa Indonesia memilih suatu cara baru dalam menatap Indonesia baru.

Indonesia baru dicapai dengan reformasi ekonomi, reformasi pemerintahan, dan reformasi sosial. Krisis harus cepat ditangani dan masyarakat harus memilih. Tinggal diam dalam keterpurukan adalah sia-sia dalam kehidupan.

Pilihan itu dihayati sebagai suatu perubahan. Perubahan yang diharapkan bisa mencapai pada keadilan ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Perubahan itu haruslah adil dan berujung pada kesejahteraan. Kesejahteraan yang dicita-citakan bersama. Sudahkah kita sejahtera? 

17 Mei 2016

Demokrasi Desa Sudah Ada, Hanya Istilahnya Beda

SOBAT MEDIA - Demokrasi di Negeri kita senantiasa diperkuat dari waktu ke waktu. Banyak kelompok masyarakat atau Lembaga Sipil nonpemerintah mendiskusikan dan melakukan penelitian. Hasilnya jelas, yakni adanya pemilihan pemimpin negeri, perwakilan rakyat, hingga pemilihan kepala desa.

Memang masih ada pro dan kontra terkait pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Satu sisi orang mengatakan demokrasi telah subur sejak era reformasi 1998. Di sisi lain, orang mengatakan demokrasi tidak berubah, ya begini-begini saja. 

Tanpa mengikuti salah satu paham pro dan kontra, Sobat Media mencoba untuk menunjukkan beberapa indikator adanya demokrasi dalam kehidupan masyarakat desa:

1.Musyawarah perangkat Desa. Jadi setiap warga desa berdiskusi melalui orang-orang yang diwakilinya. Musyawarah ini akan digunakan sebagai dasar acuan penentuan kebijakan desa. Misalnya dalam penentuan program pemerintah desa dalam beberapa periode ke depan. 

2. Rapat HUT Kemerdekaan NKRI. Rapat ini melibatkan seluruh warga desa. Pendapat-pendapat dari warga desa ditampung kemudian dihasilkan suatu usul cemerlang dalam mengisi kegiatan perayaan. 

3.Hari Raya Tradisional. Orang-orang bermusyawarah untuk menghelat acara yang lebih besar di level desa. Sadranan adalah hari raya Tradisi masyarakat Gunungkidul dimana orang-orangnya tumpah-ruah ke jalan-jalan untuk merayakan tradisi ini. 

4.Pemeliharaan Sarana dan Prasarana. Got, gardu poskamling, jalan desa, dan saluran air adalah bukti kongkrit masyarakat telah memelihara fasilitas umum dengan prinsip-prinsip demokrasi.

Terbaru

Sistem Keamanan Lingkungan (SISKAMLING) Apakah Masih Diperlukan?

SOBAT MEDIA – Desa dengan berbagai aktifitasnya menuntut setiap warga untuk selalu sibuk. Warga tidak hanya bekerja soal pertanian dan pet...