SOBAT MEDIA - Riak-riak air itu menghantam karang di pantai selatan Sumba. Matahari kian tinggi tetapi udara kian sejuk. Itulah sekelumit keadaan pantai Modulambi, Desa Modulambi, Kecamatan Letis, Kabupaten Sumba Timur.
Diana Timoria, seorang aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat yang berkedudukan di Sumba Timur, mengunjungi pantai Modulambi dengan waktu yang bervariasi.
Memang pengunjung tidak hanya disuguhi oleh pemandangan pantai, tetapi satu atau dua jam perjalanan kita disuguhi oleh pemandangan alam, interaksi hewan-hewan, sapaan dedaunan tumbuhan hijau, serta kehidupan masyarakat yang ada di sepanjang perjalanan.
“...kadang satu jam, atau dua jam. Beda-beda. Sesekali harus berbicara dulu dengan warga dan foto-foto,” ungkap Diana.
Memang perjalanan waktu tidak dapat dipastikan lamanya ketika hendak berwisata. Menurut Diana, waktu tempuh bergantung kita gunakan kendaraan apa atau dengan siapa kita berkendara. Mungkin butuh waktu lama bagi dua orang berpacaran karena ngobrol sepanjang jalan. Hehe..
Sewaktu selesai monitoring penelitian Jamban di desa Modulambi, Diana menyempatkan diri untuk mengunjungi pantainya. Desa yang indah harus disertai dengan jaminan sanitasi warganya.
Diana kerjakan di sini. Kehidupan sanitasi warga desa dipantau untuk memberikan daya dukung pengembangan ekowisata.
Pantai modulambi membuat kita merasa kecil di alam, mewah menjadi diri sendiri, bebas berpikir dan bahagia atas anugerah sang Pencipta, ungkap Diana.

Tidak ada komentar:
Write komentar