25 September 2016

Cara Sederhana Memutus Rantai Bencana

SOBAT MEDIA - Kehidupan manusia tidak terlepas dari gejala Alam. Orang-orang desa khususnya melihat gejala alam tidak selalu positif. Ada gejala alam yang juga harus diwaspadai. Mereka mewaspadai bukan hanya soal memulihkan alam setelah “menggeliat” tetapi juga mencegah kerugian yang besar dari geliat itu.

Pada dasarnya manusia membutuhkan alam. Orang-orang desa melihat alam sebagai berkah dari Pencipta dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran manusia. Orang bisa mengolah alam dan kemudian mendatangkan keuntungan bagi kehidupan.

Sebegitu besarnya keuntungan yang diberi alam sehingga manusia sendiri merasa berhutang dan memelihara alam. Pengalaman hidup yang dirasakan oleh orang-orang selama ini bahwa semakin alam dipelihara semakin besar pula keuntungan yang diperoleh. Bahkan keuntungan itu bisa diwariskan kepada anak cucu. Udara bersih, air bersih, dan tanah yang subur adalah harta warisan yang tak ternilai.

Kehidupan manusia kemudian berubah. Perubahan itu beriringan dengan kebutuhan dan keinginan manusia yang semakin kompleks. Manusia juga semakin bertambah banyak. Pikiran orang juga semakin maju. Mulailah dirasakan bahwa manusia sudah bisa mengendalikan alam.

Eksploitasi alampun dilakukan besar-besaran. Tidak pandang buluh. Apapun bisa menjadi korban. Hewa, tumbuhan, dan lingkungan dieksploitasi untuk keuntungan manusia. Akibatnya keseimbangan terganggu dan jadilah musibah seperti sekarang ini; banjir, kekeringan, tanah longsor, dan kebakaran hutan.

Lalu bagaimana cara memutus rantai musibah itu? Mulailah dari diri sendiri untuk memelihara dan mulai mencintai alam. Sejimpit cinta kita pada alam akan berdampak besar bagi pelestarian lingkungan.

Tidak ada komentar:
Write komentar

Terbaru

Sistem Keamanan Lingkungan (SISKAMLING) Apakah Masih Diperlukan?

SOBAT MEDIA – Desa dengan berbagai aktifitasnya menuntut setiap warga untuk selalu sibuk. Warga tidak hanya bekerja soal pertanian dan pet...