10 November 2016

Anak Autis Lebih Peka Dari Anak-anak Lainnya

SOBAT MEDIA - Seorang Mahasiswa mengunjungi sebuah panti. Di dalamnya terdapat pasien skizofrenia, Autis, dan mantan pengguna Obat

Seorang Mahasiswa mengunjungi sebuah panti. Di dalamnya terdapat pasien skizofrenia, Autis, dan mantan pengguna Obat  berbahaya. Obat berbahaya yang dimaksud adalah narkoba jenis sabu. Masing-masing pasien mendapat perawatan dan pendampingan dari mentor.

Idealnya masing-masing pasien mendapat perhatian dan perawatan intensif. Satu pasien seyogyanya didampingi oleh satu mentor. Mentor akan lebih fokus memperhatikan pasien. Pasien juga akan merasa ditemani dalam aktifitasnya.

Kenyataan rupanya berbeda dari gambaran ideal suatu pendampingan. Sekitar 23 pasien hanya didampingi oleh lima mentor. Tentu saja butuh usaha keras dari sang mentor untuk dapat menangani semua. Kadang pasien hanya ditangani bila Sedang ada masalah; berantem atau sedang beradu fisik dengan pasien yang lain.

Untung saja masih ada mahasiswa yang peduli. Jadi mahasiswa yang datang dipersilahkan untuk mendampingi salah satu pasien. Mendampingi. Bisa dalam bentuk mengajak ngobrol atau menyiram tanaman.

Mahasiswa yang datang tadi berkesempatan berbicara dengan penghuni yang berkondisi autis. Bocah ini terlihat malu-malu dan canggung.

Rupanya anak laki-laki tadi bukanlah pemalu. Seorang anak autis memiliki kepekaan tinggi. Tidak kita lihatpun dia sudah merasa diperhatikan. Jadi, berinteraksi dengan anak-anak autis tidak perlu bertatap mata. Dia cerdas dan mengerti apa yang pendamping maksudkan.

Tidak ada komentar:
Write komentar

Terbaru

Sistem Keamanan Lingkungan (SISKAMLING) Apakah Masih Diperlukan?

SOBAT MEDIA – Desa dengan berbagai aktifitasnya menuntut setiap warga untuk selalu sibuk. Warga tidak hanya bekerja soal pertanian dan pet...