18 November 2016

Inilah Peran Penduduk Desa Menstabilkan Rupiah

SOBAT MEDIA - Rupiah tidak selalu stabil. Fluktuasi senantiasa terjadi. Kadang melemah dan kadang menguat. Ya, kuat dan lemah dipengaruhi oleh mata uang Dolar Amerika. Kadang juga kuat lemah Rupiah dipengaruhi ekspor dan impor. Pelemahan Rupiah dinamakan dengan inflasi.

Inflasi membuat sebagian kalangan kuatir. Uang menjadi turun harganya. Kebutuhan pokok berupa barang dan jasa melambung tinggi. Inflasi yang begitu parah dapat menjurus pada situasi krisis. Maka pemerintah kita senantiasa menjaga kestabilan Rupiah. Tujuannya agar masyarakat tidak terjepit dalam mencari penghidupan yang layak.

Tahun 2008 ketika krisis global terjadi, ekonomi makro negeri kita cenderung bersiaga mengantisipasi dampak yang akan terjadi. Perusahaan finansial tidak mendapat keuntungan sebanyak sebelumnya. Namun, sebuah bank yang memberi kredit pada usaha mikro justru mendulang laba.

Usaha mikro itulah yang bergerak dalam nama usaha kecil menengah. Sebagian lagi digerakkan oleh orang-orang desa.

Penduduk desa terbukti ampuh dan dahsyat menghadapi hantaman krisis global. Bagaimana caranya? Pertama, kebutuhan pokok seperti pangan, sandang, dan papan terpenuhi oleh produksi domestik. Misalnya makanan ditanam dari kebun sendiri atau alat-alat dibangun dari sumber daya sendiri. Tidak tergantung produk luar. Ketiga, masyarakat desa mengutamakan kekeluargaan dalam hidup ekonomi, sosial, dan budaya. Tiga prinsip itulah yang secara tidak langsung memperkuat Rupiah dan meredam inflasi di negeri kita.

Tidak ada komentar:
Write komentar

Terbaru

Sistem Keamanan Lingkungan (SISKAMLING) Apakah Masih Diperlukan?

SOBAT MEDIA – Desa dengan berbagai aktifitasnya menuntut setiap warga untuk selalu sibuk. Warga tidak hanya bekerja soal pertanian dan pet...