Demikian terjadi pada anak-anak Desa. Di Gunungkidul, sekalipun sebagian sudah terpengaruh oleh nama-nama dari luar daerah atau nama latin, sebagian masih memegang teguh penamaan bayi dengan bahasa lokal.
Inilah maksud pemberian nama yang biasa dilakukan oleh penduduk lokal kepada anaknya;
Pertama, nama anak adalah ungkapan harapan. Bila berharap anaknya terhindar dari petaka dan tidak terkena suatu apes maka harapan disematkan pada anaknya itu. Misalnya dengan memberi nama Slamet (Selamat dalam bahasa Jawa).
Nama yang biasa dipakai adalah Untung. Harapannya adalah agar anak itu kelak mendapat untung.
Kedua, nama anak juga dipakai untuk mengingat suatu momentum. Misalnya karena dia dilahirkan pada weton wage (hari dalam bahasa Jawa) maka anak itu dinamakan Wagini untuk perempuan atau Wagiono untuk laki-laki.
Ketiga, nama anak diberikan karena orang tua ingin anaknya nanti punya karakter seperti tokoh-tokoh pewayangan. Maka anaknya biasa dinamakan dengan Kresna, Bima, Gathot, dll.
Keempat, nama yang disematkan karena orang tua mengidolakan artis tertentu sehingga orang tua berharap anaknya kelak juga menjadi artis seperti Iwan, Doni, dll. Anak menjadi kebanggaan.

Tidak ada komentar:
Write komentar