28 Mei 2016

Jelang Final Champions, Warga Desa Tetap Sportif!

SOBAT MEDIA - Liga Champions Eropa, liga paling top di tahun ini, menyajikan duel seru antara klub sekota; Real Madrid versus Atletico Madrid.

Tentu saja karena akses sinyal televisi yang menjangkau desa-desa, warga yang gemar nonton bola tidak akan melewatkan laga panas ini.

Tapi bagaimana mau panas kalau hidup sudah harmonis? Bukankah warga desa tidak suka kekerasan? Kekerasan antar suporter bisa saja terjadi dimana-mana. Termasuk di desa. Maka kita harus terus mewaspadai. Jangan sampai desa tidak nyaman gara-gara kekerasan antar warga pendukung klub bola.

Beberapa hal telah disadari oleh warga sehingga mereka mampu untuk hidup rukun;

Pertama, mereka sadar bahwa sepakbola adalah permainan. Permainan selalu ditujukan untuk hiburan dan fun. Jadi, tidak perlu membuat huru-hara ketika ada pertandingan.

Kedua, dalam permainan itu selalu ada menang dan kalah. Itu sudah biasa kalau kita sedang bermain. Kalau menang berarti tidak harus sombong. Bila kalah maka harus berlapang dada. Semua warga harus berlaku sportif. 

Ketiga, sportifitas adalah laku seorang ksatria. Masyarakat desa sangat menjunjung tinggi jiwa ksatria. Mungkin karena mereka ingin meneladani karakter wayang yang senantiasa menunjukkan nilai-nilai ksatria.

Sifat ksatria kemudian teraplikasi dalam permainan bola. Bisa dipastikan laga final akan berjalan lancar. Tidak ada huru-hara karena sifat ksatria.

Tidak ada komentar:
Write komentar

Terbaru

Sistem Keamanan Lingkungan (SISKAMLING) Apakah Masih Diperlukan?

SOBAT MEDIA – Desa dengan berbagai aktifitasnya menuntut setiap warga untuk selalu sibuk. Warga tidak hanya bekerja soal pertanian dan pet...