Bagi kita orang-orang desa, ingin rasanya kita kembali pada masa-masa itu, suatu masa dimana semuanya tidak harus ditukar dengan uang alias gratis, suatu masa dimana kita tidak harus membayar semuanya.
Memancing tidak harus bayar, cukup lempar saja kail ke kali ikan sudah “nyantol” pada umpan kita. Bermain di hutan-hutan juga tidak harus memasuki “gerbang retribusi”. Cukup masuk saja kita bisa melihat monyet-monyet. Hehe.. itulah desa.
Tapi kita mau kembali ke soal makanan. Kenapa kita harus mencintai makanan desa? Ini ada alasan medisnya. Ternyata makanan dari desa tidak banyak mengandung zat berbahaya. Bahan yang digunakanpun alami.
Pertama, makanan desa tidak mengandung pewarna buatan. Semua diambil dari dedaunan alam.
Kedua, makanan dan sesajian berselera khas itu tidak menggunakan pengawet. Lihat saja, baru sehari kalau tidak segera disantap sudah basi.
Ketiga, untuk menyedap rasa, orang-orang desa gunakan vanili untuk kue atau cukup ditambah gula bila ingin sayur yang dimasak itu menjadi sedap.
Jadi, cukup aman untuk mencintai makanan tradisional kan?

Tidak ada komentar:
Write komentar