28 Mei 2016

Manajemen Hutang Bagi Masyarakat Desa

SOBAT MEDIA - Hutang dan piutang adalah bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat pedesaan. Bila butuh sesuatu maka jalan keluarnya adalah pinjam sejumlah dana kepada tetangga, keluarga, atau kelompok di daerahnya.

Yang meminjami bisa kelompok tani, kelompok ternak, koperasi, atau seseorang yang kebetulan punya dana lebih.

Demikian juga sebaliknya. Kalau kita punya dana lebih maka jangan sungkan untuk meminjami tetangga yang butuh. Itulah take and Give bagi masyarakat desa. Kekeluargaan serasa semakin kokoh di tengah krisis yang sewaktu-waktu melanda.

Ada warga yang sukses karena mendapat suntikan modal. Usahanya berlanjut dan berkembang begitu rupa. Kemampuannya memanajerial suatu usaha cukup mumpuni sehingga usaha orang tersebut berhasil.

Misalnya untuk membeli sapi atau hewan ternak lain. Hutang tidak habis tetapi dijadikan sebagai modal. Ketika jatuh tempo pembayaran hutang maka sapi sudah berkembang biak menjadi banyak.

Pemilik ternak kemudian tidak perlu resah karena punya “jagan” pembayaran. Tetapi bagaimana bila kemampuan managerial tidak mumpuni? 

Berikut ada warga berhutang untuk konsumsi. Bisa untuk pesta, beli makanan, atau membangun alat-alat konsumsi.

Tentu saja itu merugikan karena membebani. Hutang seharusnya diinvestasikan tetapi habis karena konsumsi.

Akhirnya kepala semakin pusing karena tidak punya apa-apa lagi untuk membayar hutang. Karenanya kemampuan managerial hutang harus dimiliki agar masyarakat desa tidak pusing.

Tidak ada komentar:
Write komentar

Terbaru

Sistem Keamanan Lingkungan (SISKAMLING) Apakah Masih Diperlukan?

SOBAT MEDIA – Desa dengan berbagai aktifitasnya menuntut setiap warga untuk selalu sibuk. Warga tidak hanya bekerja soal pertanian dan pet...