Sekarang kita tidak perlu muluk-muluk bicara soal negara. Mari kita urus bagian terkecil kita; keluarga. Bagaimanapun juga, bila keluarga hemat maka negara juga akan mampu mengefisiensi anggaran. Betul kan? Hehe..
Pertama, keluarga harus mampu membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Kebutuhan bisa saja soal pangan, sandang, papan, dan hiburan. Sementara keinginan bisa bersifat pemuasa nafsu belaka.
Kedua, kita sebagai anggota keluarga harus bisa mengatur pengeluaran. Bagaimanapun juga, kesejahteraan bukan hanya soal tingginya pendapatan tetapi juga soal memperkecil pengeluaran yang tidak perlu.
Ketiga, munculkan suporting sistem. Ciptakan komponen pendukung meningkatnya ekonomi keluarga. Perbanyaklah kerja sampingan.
Keempat, buanglah pikiran ingin bersaing dan menjatuhkan. Selalu gunakan dasar think win-win atau ingin bersinergi. Bagaimanapun juga keuntungan bersama selalu bersifat kontinyu.
Kalau sudah begini, masing-masing keluarga akan hidup secara efisien. Masing-masing anggota mampu untuk mandiri dan analitis. Demikian juga keluarga menjadi tekun sehingga keluarga mampu menjadi dasar terkecil pengaturan ekonomi bernegara. Hutang negara bisa dimanfaatkan secara efektif dan efisien.

Tidak ada komentar:
Write komentar