Cuaca panas itu ternyata juga bisa terjadi di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Orang-orang bisa sampai membuka baju untuk mendapatkan udara segar dan menyejukkan badan. Tak jarang mereka harus mandi di malam hari untuk mengatasi panas yang menyengat.
Di Gunungkidul, kita bisa melihat cara pencegahan jangka panjang dan jangka pendek. Hawa panas tidak hanya terjadi sesekali, tetapi kedepan, mungkin saja hawa panas akan menyerang lagi.
Oleh karenanya dibutuhkan upaya pencegahan yang tidak perlu mahal-mahal dalam merencanakannya. Cukup tanam saja satu rumah dengan satu pohon maka kita sudah berkontribusi pada kebutuhan udara segar setiap rumah.
Keberadaan pohon akan menyejukkan lokasi rumah selain menyimpan air hujan yang jatuh. Air tertahan oleh akar pohon dan tidak langsung terbuang ke sungai.
Konstruksi rumah dibuat menghadap mata angin tertentu menyesuaikan bangunan rumah dengan aliran udara. Rumah yang menghadap selatan lebih sejuk karena menghadap arah angin laut selatan.

Tidak ada komentar:
Write komentar