Di tengah keadaan ini, rasa optimis terpancar dari Sragen, suatu kota yang terletak di sisi timur Provinsi Jawa Tengah. Yopi Pamungkas Saputro, pedagang pasar Kota Sragen, mengatakan bahwa posisi orang-orang desa sebenarnya lebih menguntungkan dibanding dengan orang-orang perkotaan.
“...Orang desa memang tidak punya banyak uang, tapi aset mereka bernilai cukup tinggi,” demikian ungkap Yopi ketika melihat wilayah pedesaan. Warga desa tidak menyimpan harta dalam bentuk uang tetapi disimpannya dalam bentuk emas dan ternak.
Resikonya adalah ketika orang-orang ini membeli barang konsumsi seperti busana, elektronik, dan otomotif. Bila panen, orang berbondong-bondong membeli barang konsumsi tersebut. Tetapi bila dijual lagi karena suatu kebutuhan, harga turun cukup signifikan.
Pikiran seperti ini menjangkiti pemuda desa. “...mereka kadang belum mikir butuh,” ungkap Yopi.
Pemuda kadang masih tergiur oleh gaya hidup konsumtif, apapun dibeli. Padahal barang yang dibeli belum tentu dibutuhkan.
Maka Yopi Pamungkas mengajak anak-anak muda di desa dan dimanapun berada untuk gemar menabung dan menginvestasikan dananya untuk kualitas masa depan yang lebih baik.
Narasumber :
Yopi Pamungkas Saputro
Pedagang Pasar Kota Sragen


Tidak ada komentar:
Write komentar