27 Mei 2016

Hadapi Krisis, Masyarakat Desa Jangan Menyerah!

SOBAT MEDIA - Krisis tidak populer bagi masyarakat desa. Krisis dikenal beberapa orang saja. Mereka mengerti krisis harus diperbaiki. Kemudian krisis itu dikelompokkan ke dalam lokus berbeda seperti krisis energi, krisis pangan, atau krisis kemanusiaan. Krisis dalam berbagai bidang hidup biasa mereka sebut krisis multidimensi.

Orang-orang desa mengenal krisis dalam dua bentuk. Sepertinya hanya dua itu yang populer. Pertama, pagebluk dan kedua paceklik. Pagebluk adalah krisis yang terjadi ketika banyak orang alami sakit. Kadang karena sebab yang relatif ringan, orang bisa kehilangan nyawa. 

Yang kedua adalah paceklik. Entah karena kekeringan panjang atau hama pertanian yang merajalela, orang-orang gagal dalam bercocok tanam. Ladang dan sawah tidak lagi menghasilkan bahan pangan.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, warga harus mencari bahan makanan dengan masuk ke hutan mencari umbi-umbian atau mencari umbi liar yang tumbuh di sekitar tempat tinggal. Apa yang bisa dimakan ya dimakan. Bahan makanan yang mengandung racun seperti gadung yang dinetralkan dulu dengan cara tradisional agar bisa dimakan.

Sekarang krisis melebar. Barang-barang dan jasa yang menjadi kebutuhan warga desa cenderung naik dari hari ke hari. Namun, tetaplah belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, krisis pasti bisa dilalui. Seperti nenek moyang kita keluar dari tekanan pagebluk dengan semangat yang pantang menyerah.

Tidak ada komentar:
Write komentar

Terbaru

Sistem Keamanan Lingkungan (SISKAMLING) Apakah Masih Diperlukan?

SOBAT MEDIA – Desa dengan berbagai aktifitasnya menuntut setiap warga untuk selalu sibuk. Warga tidak hanya bekerja soal pertanian dan pet...