Warga menolak pengelolaan oleh pengusaha besar karena itu berarti harus memindahkan warung-warung dan fasilitas wisata lain yang mereka bangun sendiri. Mengembangkan pantai Watukodok tidak mudah, butuh bertahun-tahun.
Jadi kalau sampai pindah akan membuat banyak kerugian di pihak warga sendiri. Pendapatan mereka turun dan tentu saja sumber nafkah akan terancam sirna.
Pada pihak pengusaha yang ingin mengembangkan pantai Watukodok, mereka telah mendapat surat kekancingan yakni dokumen untuk mengelola area pantai.
Warga telah tinggal pada area pantai ini sejak puluhan tahun sehingga menjadi urat nadi penghidupan ekonomi dan sosial warga.
Situasi menjadi tidak nyaman ketika pengusaha ingin mengeksekusi lahan di sekitar pantai. Eksekusi ini mendapatkan perlawanan dari warga. Warga berusaha untuk menunjukkan aspirasinya dengan berbagai cara.
Terlepas dari situasi ini, Pantai Watukodok menyimpan sejuta pesona. Keadaan itu tidak menyurutkan beberapa wisatawan yang ingin berkunjung ke Watukodok.
Kulinernya yang murah dan gazebo buatan warga sendiri menambah keasrian pantai yang seolah seperti sepotong surga yang jatuh ke Bumi.
Semoga pantai Watukodok tetap damai dan warga Gunungkidul tetap mampu hidup harmonis dan rukun.

Tidak ada komentar:
Write komentar