Perubahan adalah bagian dari siklus semesta. Tanpa perubahan, kita tak bisa beranjak. Perubahan telah menjadi skenario Pencipta karenanya bagi masyarakat desa harus dihayati dengan sikap “nerima ing pandum”.
Memang sebagian orang memahami perubahan alam sebagai bagian dari siklus semesta, tetapi ada juga orang yang memahami perubahan alam sebagai sesuatu yang harus ditanggapi dengan bijak.
Perubahan yang selama ini didengungkan oleh masyarakat dunia adalah perubahan iklim. Suhu dunia berubah satu derajat celcius saja, bisa bikin air laut naik beberapa sentimeter.
Di desa, perubahan iklim itu memang tidak dikenal luas. Tapi, mereka tentu mengenali tanda-tandanya.
Tanda pertama adalah udara yang terasa gerah. Dalam kondisi tertentu, udara tidak begitu panas. Namun, udara panas ini sesungguhnya telah berbeda dari udara panas seperti sebelumnya karena temperatur global yang juga meningkat.
Tanda kedua, kualitas udara yang menurun. Perubahan iklim itu mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kualitas udara. Semakin atmosfir kehilangan oksigen semakin tinggi resiko perubahan iklim pada kehidupan manusia.
Tanda ketiga adalah hujan asam. Hujan ini dapat dirasakan di desa dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Tidak ada komentar:
Write komentar