Di manakah titik kumpul yang biasa disebut ruang publik di desa?
Titik kumpul pertama adalah lapangan. Begitu luasnya tanah desa sehingga bisa dibangun sebuah lapangan olahraga. Orang bisa melakukan banyak hal di lapangan itu termasuk di dalamnya berolahraga sepakbola, bola volley, dan bermain yang lain.
Kedua, balai desa. Di balai ini bisa saja diselenggarakan pertemuan-pertemuan rutin bulanan yang diagendakan pemerintah desa atau di luarnya. Pertemuan itu bisa berbentuk seminar, focus Group Discussion, dan pagelaran seni.
Ketiga, kolam pemancingan. Di kolam seperti ini ternyata bukan hanya orang-orang yang ingin memancing. Kolam pemancingan juga menjadi tempat wisata bagi mereka yang ingin menghabiskan waktu untuk bermadu asmara.
Keempat, embung atau waduk buatan desa. Embung manfaatnya luas. Bisa menjadi tempat memandikan hewan ternak, mencuci, mandi, dan memancing. Lagi-lagi kali ini tempat ini digunakan dua sejoli untuk memadu cinta.
Kelima, pos kamling. Pos keamanan lingkungan tidak hanya milik orang-orang yang ingin meronda. Anak-anak dan orang dewasa kadang harus duduk bercengkerama sekedar mengisi waktu di sore hari. Orang-orang membicarakan kampungnya.

Tidak ada komentar:
Write komentar