17 Mei 2016

Demokrasi Desa Sudah Ada, Hanya Istilahnya Beda

SOBAT MEDIA - Demokrasi di Negeri kita senantiasa diperkuat dari waktu ke waktu. Banyak kelompok masyarakat atau Lembaga Sipil nonpemerintah mendiskusikan dan melakukan penelitian. Hasilnya jelas, yakni adanya pemilihan pemimpin negeri, perwakilan rakyat, hingga pemilihan kepala desa.

Memang masih ada pro dan kontra terkait pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Satu sisi orang mengatakan demokrasi telah subur sejak era reformasi 1998. Di sisi lain, orang mengatakan demokrasi tidak berubah, ya begini-begini saja. 

Tanpa mengikuti salah satu paham pro dan kontra, Sobat Media mencoba untuk menunjukkan beberapa indikator adanya demokrasi dalam kehidupan masyarakat desa:

1.Musyawarah perangkat Desa. Jadi setiap warga desa berdiskusi melalui orang-orang yang diwakilinya. Musyawarah ini akan digunakan sebagai dasar acuan penentuan kebijakan desa. Misalnya dalam penentuan program pemerintah desa dalam beberapa periode ke depan. 

2. Rapat HUT Kemerdekaan NKRI. Rapat ini melibatkan seluruh warga desa. Pendapat-pendapat dari warga desa ditampung kemudian dihasilkan suatu usul cemerlang dalam mengisi kegiatan perayaan. 

3.Hari Raya Tradisional. Orang-orang bermusyawarah untuk menghelat acara yang lebih besar di level desa. Sadranan adalah hari raya Tradisi masyarakat Gunungkidul dimana orang-orangnya tumpah-ruah ke jalan-jalan untuk merayakan tradisi ini. 

4.Pemeliharaan Sarana dan Prasarana. Got, gardu poskamling, jalan desa, dan saluran air adalah bukti kongkrit masyarakat telah memelihara fasilitas umum dengan prinsip-prinsip demokrasi.

Tidak ada komentar:
Write komentar

Terbaru

Sistem Keamanan Lingkungan (SISKAMLING) Apakah Masih Diperlukan?

SOBAT MEDIA – Desa dengan berbagai aktifitasnya menuntut setiap warga untuk selalu sibuk. Warga tidak hanya bekerja soal pertanian dan pet...