Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

07 Agustus 2016

Olimpiade Rio: Dimanapun Bangga Membela Merah-Putih

SOBAT MEDIA - Jumat petang, 5 Agustus 2016, Maracana Stadium, Brazil riuh renyah oleh sorakan penonton. Ribuan penonton menyaksikan pembukaan Olimpiade Rio De Jeneiro 2016. Brazil menjadi negara penyelenggara dan Olimpiade dan telah menunjukkan performa tinggi sebagai tuan rumah yang apik lagi ciamik.

Medali pertama yang diraih oleh kontingen Indonesia disumbangkan oleh Lifter Sri Wahyuni. Sri menyabet medali perak pada gelaran akbar seluruh jagad ini. Kerja keras para atlet dalam berlatih selama ini telah mencapai puncaknya. Saatnyalah menunjukkan kemampuan Indonesia pada Dunia Internasional. 

Tanggung jawab membela merah putih rupanya bukan hanya milik para atlet saja. Seluruh rakyat Indonesia berhak dan wajib membela tanah air dan bangsanya. Panji-panji suci Merah-putih senantiasa berkibar oleh karena gelora rakyat Indonesia yang tidak pernah layu.

Pertanyaannya sekarang bagaimana membela Merah-Putih? Salah satu cara mengharumkan nama bangsa adalah melalui olahraga. Dimanapun kita tentu memiliki peran dalam memajukan setiap olahraga di Indonesia.

Kita yang ada di rumah sebagai orang tua, mendidik anak agar mencintai olahraga, mampu memainkan salah satu olahraga tertentu, dan mau bersikap sportif sejak dini.

Kita yang bekerja sebagai guru di sekolah mendidik anak-anak murid agar mereka mau berlatih dan berprestasi di bidang olahraga. Kita ajarkan agar anak-anak menerima konsekuensi pertandingan – kalah menang adalah hal biasa dalam pertandingan. 

Kita yang sudah bekerja dan punya profesi sekiranya mungkin meluangkan waktu untuk menonton atlet yang berlaga. Bagaimanapun juga, dukungan moril dan materil akan memompa semangat anak-anak muda yang bertanding di olimpiade.

Dimanapun kita berada, kita punya andil membela Negara.

28 Mei 2016

Jelang Final Champions, Warga Desa Tetap Sportif!

SOBAT MEDIA - Liga Champions Eropa, liga paling top di tahun ini, menyajikan duel seru antara klub sekota; Real Madrid versus Atletico Madrid.

Tentu saja karena akses sinyal televisi yang menjangkau desa-desa, warga yang gemar nonton bola tidak akan melewatkan laga panas ini.

Tapi bagaimana mau panas kalau hidup sudah harmonis? Bukankah warga desa tidak suka kekerasan? Kekerasan antar suporter bisa saja terjadi dimana-mana. Termasuk di desa. Maka kita harus terus mewaspadai. Jangan sampai desa tidak nyaman gara-gara kekerasan antar warga pendukung klub bola.

Beberapa hal telah disadari oleh warga sehingga mereka mampu untuk hidup rukun;

Pertama, mereka sadar bahwa sepakbola adalah permainan. Permainan selalu ditujukan untuk hiburan dan fun. Jadi, tidak perlu membuat huru-hara ketika ada pertandingan.

Kedua, dalam permainan itu selalu ada menang dan kalah. Itu sudah biasa kalau kita sedang bermain. Kalau menang berarti tidak harus sombong. Bila kalah maka harus berlapang dada. Semua warga harus berlaku sportif. 

Ketiga, sportifitas adalah laku seorang ksatria. Masyarakat desa sangat menjunjung tinggi jiwa ksatria. Mungkin karena mereka ingin meneladani karakter wayang yang senantiasa menunjukkan nilai-nilai ksatria.

Sifat ksatria kemudian teraplikasi dalam permainan bola. Bisa dipastikan laga final akan berjalan lancar. Tidak ada huru-hara karena sifat ksatria.

Terbaru

Sistem Keamanan Lingkungan (SISKAMLING) Apakah Masih Diperlukan?

SOBAT MEDIA – Desa dengan berbagai aktifitasnya menuntut setiap warga untuk selalu sibuk. Warga tidak hanya bekerja soal pertanian dan pet...