Tampilkan postingan dengan label Pemerintah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemerintah. Tampilkan semua postingan

17 September 2016

Menguji Kebenaran Informasi Yang Kita Terima

SOBAT MEDIA - Suatu studi menyatakan kebiasaan manusia adalah bertukar informasi. Kebiasaan ini sudah dilakukan bahkan sejak jaman purbakala. Intensitas pertukaran informasi yang semakin tinggi menunjukkan manusia dalam perkembangannya sangat membutuhkan berita-berita baru dari lain tempat dan waktu.

Informasi begitu penting sehingga orang rela berbondong-bondong membuat grup, baik dalam dunia nyata maupun dunia maya, untuk rela berantri-antrian mendapatkan informasi, hiburan, dan berita lainnya.

Kebutuhan informasi seseorang seolah semakin mudah untuk dipuaskan beriring pesatnya perkembangan teknologi. Informasi dari berbagai belahan dunia mudah didapatkan dalam beberapa bentar. Arus informasi semakin cepat dan stabil.

Namun, sekarang kita menghadapi suatu kemungkinan baru dari perkembangan peradaban. Kemungkinan itu dimunculkan dengan pertanyaan; apakah berita yang sampai kepada kita valid adanya? Bukankah informasi itu seolah nyata dan tidak perlu lagi pembuktian?

Banjir informasi telah terjadi. Pemerintah kita hanya mampu meregulasi beberapa sumber dan tidak semua konten tersaring sempurna. Akhirnya ya begini, kadang kita menerima informasi yang tidak sesuai dengan tingkat usia, tingkat intelektual, dan tingkat sosial.

Di tengah kemungkinan-kemungkinan yang negatif itu, baiklah kita mawas. Tidak perlu buru-buru percaya pada berita provokatif. Tidak perlu marah pada sumber berita yang belum tentu jelas alamat pembuat berita itu.

Kita harus kembali pada prinsip awal bahwa pertukaran informasi adalah untuk kebaikan bersama dan bukan untuk saling menjatuhkan.

15 September 2016

Desa Membangun Visi Indonesia Bersih Tahun 2020

 
SOBAT MEDIA - Indonesia bersih bisa dibilang Indonesia yang terbebas dari polusi. Polusi bisa berasal dari sampah, pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran nama baik mungkin, hehe... ya begitulah Indonesia bersih, Indonesia yang terbebas dari polusi.

Indonesia bersih memang didukung penuh oleh desa. Desa bersih maka sebagian besar wilayah Indonesia bersih karena sebagian wilayah darat Indonesia adalah pedesaan. Bagaimana membangun desa yang bersih?

Pertama desa harus terbebas dari sampah plastik. Gunakan plastik yang sudah dipakai dan hindari penggunaan plastik baru. Di desa bisa dijumpai dedaunan untuk pembungkus. Penggunaan daun untuk bungkus bisa meminimalisir penggunaan plastik.

Kedua, desa tidak perlu lagi membakar barang yang tidak perlu. Jadi pembakaran di pekarangan rumah perlu dikurangi untuk meminimalisir asap yang mengepul di udara.

Ketiga, Desa memang menjadi tempat peresapan air yang bagus. Banyak lahan terbuka hijau. Lahan-lahan ini tidak perlu dibeton dan harus dibiarkan terbuka untuk tampungan air. Bahan-bahan kimia juga jangan dibuang sembarangan. Bisa bahaya kalau bahan kimia ini teresap di tanah, air bisa tercemar.

Demikianlah terjadi nantinya. Kebersihan desa mendukung Indonesia bersih. Pemerintah kita juga sudah mulai intensif menggarap wilayah pedesaan. Kiranya desa bersih dapat mendukung tercapainya visi Indonesia bersih tahun 2020.

06 Juni 2016

Menimbang Wacana Perampingan Jumlah Pegawai Negeri Kita

SOBAT MEDIA - Entah ini isu darimana, atau sekedar wacana belaka, tapi belakangan kita mendengar bahwa pemerintah akan melakukan perampingan jumlah PNS. Entah siapa yang memulai tapi yang jelas sebagian orang sudah mulai membicarakan perampingan ini.

Pemerintah menyebut jumlah yakni sekira satu juta Pegawai Negeri Sipil akan dirumahkan. Sebagian media nasional memberitakan bahwa perampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pegawai, meningkatkan efisiensi, dan menghemat pengeluaran fiskal kita.

Bila Biro Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah PNS di Negeri kita tercinta ini berjumlah sekitar 4,4 juta orang, maka perampingan akan merumahkan satu dari empat atau lima orang PNS di lingkungan tempat kita tinggal. Sungguh jumlah yang besar. 

Memang kita sepakat bahwa belanja pegawai jangan sampai melebihi belanja pembangunan. Namun, sudah saatnya wacana ini dipertimbangkan matang-matang. Semua pihak harus duduk bersama.

Krisis yang melanda negeri kita belum benar-benar tuntas, tempo hari kita membahas soal harga pangan yang masih mahal. Bila mulai 2017 – 2019 sebagian PNS akan dirumahkan, mereka akan kerja apa lagi? Tentu pemerintah punya solusi jitu menyikapi isu ini.

Memang tidak imbang bila pengeluaran belanja pegawai lebih besar daripada belanja pembangunan. Bahkan ada daerah tertentu yang belanja pegawainya harus melebihi besaran belanja pembangunan.

Kita berharap pemerintah punya solusi.

Terbaru

Sistem Keamanan Lingkungan (SISKAMLING) Apakah Masih Diperlukan?

SOBAT MEDIA – Desa dengan berbagai aktifitasnya menuntut setiap warga untuk selalu sibuk. Warga tidak hanya bekerja soal pertanian dan pet...