Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan

10 November 2016

Anak Autis Lebih Peka Dari Anak-anak Lainnya

SOBAT MEDIA - Seorang Mahasiswa mengunjungi sebuah panti. Di dalamnya terdapat pasien skizofrenia, Autis, dan mantan pengguna Obat

Seorang Mahasiswa mengunjungi sebuah panti. Di dalamnya terdapat pasien skizofrenia, Autis, dan mantan pengguna Obat  berbahaya. Obat berbahaya yang dimaksud adalah narkoba jenis sabu. Masing-masing pasien mendapat perawatan dan pendampingan dari mentor.

Idealnya masing-masing pasien mendapat perhatian dan perawatan intensif. Satu pasien seyogyanya didampingi oleh satu mentor. Mentor akan lebih fokus memperhatikan pasien. Pasien juga akan merasa ditemani dalam aktifitasnya.

Kenyataan rupanya berbeda dari gambaran ideal suatu pendampingan. Sekitar 23 pasien hanya didampingi oleh lima mentor. Tentu saja butuh usaha keras dari sang mentor untuk dapat menangani semua. Kadang pasien hanya ditangani bila Sedang ada masalah; berantem atau sedang beradu fisik dengan pasien yang lain.

Untung saja masih ada mahasiswa yang peduli. Jadi mahasiswa yang datang dipersilahkan untuk mendampingi salah satu pasien. Mendampingi. Bisa dalam bentuk mengajak ngobrol atau menyiram tanaman.

Mahasiswa yang datang tadi berkesempatan berbicara dengan penghuni yang berkondisi autis. Bocah ini terlihat malu-malu dan canggung.

Rupanya anak laki-laki tadi bukanlah pemalu. Seorang anak autis memiliki kepekaan tinggi. Tidak kita lihatpun dia sudah merasa diperhatikan. Jadi, berinteraksi dengan anak-anak autis tidak perlu bertatap mata. Dia cerdas dan mengerti apa yang pendamping maksudkan.

25 Agustus 2016

Profesional Berbisnis di Sela Hobi Travelling



SOBAT MEDIA - Era digital dan arus informasi yang semakin deras, memudahkan setiap orang untuk melakukan banyak hal. Orang bisa melakukan suatu aktifitas dengan cepat sehingga dengan mudah melanjutkan aktifitas lainnya. Dalam sehari, orang bisa melakukan bermacam-macam aktifitas karena kemudahan transportasi dan komunikasi seperti sekarang ini.

Demikian yang dilakukan oleh mbak Danik. Traveller asal Klaten, Jawa Tengah ini telah menunjukkan hobi travellingnya beberapa waktu yang lalu kepada Sobatmedia.info. Dalam perjalanannya itu, Danik membagikan refleksinya pada kita tentang alam.

Sekarang Danik, seorang muda bernama lengkap Danik Dwijayanti ini, punya pengalaman baru yang layak untuk dibagikan kepada Sobat Media dimanapun berada. Pengalaman ini didapat dari usaha keluarga berupa pembenihan ikan.

Dalam usia muda, hobi sebagai traveler, seorang perempuan, tidak menyurutkan langkahnya untuk belajar dan menekuni usaha pembenihan ini. Sangat sulit menemukan seorang muda yang mau mengusahakan sektor perikanan ini. Sebagian kaum muda membayangkan dirinya bekerja di perkantoran sebagai seorang eksekutif muda. Namun, Danik berusaha untuk keluar dari box pemikiran mainstream bahwa kesuksesan diraih bukan soal dasi dan kemeja kantoran. Kesuksesan juga bisa diraih dengan mengusahakan sektor ternak dan perikanan, seperti yang dia lakukan selama ini.

Sekalipun bisnis pembenihan ikan telah berjalan, Danik mengaku belum masuk dalam tahap professional. “Aku cuma lagi merintis…” ungkap Danik kepada Sobatmedia.info.

Untuk pembenihan, Danik mengusahakan 5 kolam. Lima kolam pembesaran diusahakan oleh bapak. Sementara tiga kolam pembesaran diusahakan oleh Danik sendiri.

Danik mulai melanjutkan dan mengembangkan bisnis keluarga awal 2016 yang lalu. Berawal dari budidaya lele dumbo lalu berkembang ke Nila dan Gurameh.

Kendala dalam bisnis ini adalah persoalan jamur pada ikan. Danik mengatakan ikan di bawah umur 1 bulan itu rentan dengan penyakit. Dalam bisnisnya ini ada juga kendala soal pemasaran.


16 Agustus 2016

Berbisnis Sambil Mencinta Lingkungan, Kenapa Tidak?

Indah Theresia BR Siahaan mahasiswa menunggu wisuda prodi akuntansi UMBY
aktifis pada Stube-HEMAT Yogyakarta
(Lembaga yang mendampingi pengembangan skil mahasiswa)

SOBAT MEDIA - Ada saja oknum-oknum tertentu berbisnis tanpa etika. Orang-orang ini mengeksploitasi rejeki atau mengambil hak hidup orang lain. Bahkan dengan sengaja merusak alam untuk kepentingan keuntungan finansial, merusak warisan luhur pada anak cucu.

Tetapi tidak demikian dengan bisnis yang dilakukan oleh Indah, seorang mahasiswa yang sedang menunggu wisuda, pada salah satu kampus swasta di Yogyakarta. Indah menggeluti bisnis persewaan tenda sejak tahun 2015.

Keuntungan yang didapat memang belum seberapa, tetapi dampaknya telah dirasakan oleh sebagian teman yang telah menikmati jasanya. 


Nona Indah memperlihatkan tendanya
Tenda itu sendiri bukanlah milik Indah. Tenda itu adalah milik Stube-HEMAT Yogyakarta – sebuah lembaga yang mendampingi mahasiswa yang studi di Yogyakarta. Indah mengelola tenda-tenda ini dengan sistem bagi untung.

Pada 2015 yang lalu, Stube-HEMAT telah menjalankan program pelatihan di dalam ruangan. Sebagian aktifitas dilakukan di dalam ruangan. Jadi pada suatu kali muncullah gagasan untuk menggelar pelatihan di luar ruangan.

Tenda yang digunakan waktu itu masih bisa dipakai hingga sekarang. Teman-teman mahasiswa di Yogyakarta menyewa tenda ini untuk keperluan camping dan tamasya.

“...ada beberapa mahasiswa muda-mudi yang suka nongkrong di mall, tapi diajak (jalan-jalan di alam bebas) mau kok, nggak semua anak-anak mall itu benci alam,” tutur Indah.

Indah tergerak untuk mengajak teman-teman. Alam Nusantara layak dicintai dan tidak perlu dirusak oleh bisnis-bisnis serakah.

Selama ini beberapa anak mengaku senang dengan bisnis jasa sewa ini. Sudah 16 tenda tersedia untuk disewakan. 
Tenda harus seringkali digelar sekalipun tidak dipakai agar tidak menjamur



13 Mei 2016

Tips Mencegah Resiko Kejahatan Seksual

SOBAT MEDIA - Kejahatan seksual akhir-akhir ini marak banget. Dimana-mana seolah-olah terjadi. Korbannya beragam, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Pro dan kontra terjadi soal hukuman. Pihak-pihak terkait dengan perumusan peraturan ini semua sepakat kalau yang salah harus dihukum. Namun, yang masih membingungkan adalah menentukan seseorang menjadi korban atau bukan. 

Terlepas dari itu semua, berikut disajikan beberapa hal yang bias dilakukan untuk mencegah kejahatan seksual terulang lagi:

#1 Belajar Bela Diri
Bela diri penting untuk melawan orang yang berniat jahat. Jadi bela diri bias menjadi kemampuan pertahanan diri pertama ketika terjadi percobaan kejahatan seksual. Pelaku juga akan was-was bila korban mampu untuk membela dirinya sendiri.

#2 Hindari Lokasi Rawan
Lokasi memang kadang menguntungkan pelaku untuk beraksi. Bila keadaan sepi, pilihlah jalan atau lokasi aktifitas yang terpantau oleh publik.

baca jugaInilah Keistimewaan Gunungkidul Yang Wajib Kamu Tahu!

#3 Berpakaian Tidak Mencolok dan Sopan
Pelaku yang sudah berniat jahat kemudian melihat penampilan kita yang mencolok. Kondisi ini semakin menaikkan nafsu pelaku untuk berbuat jahat. Pakailah busana yang biasa dan berdandan sederhana agar pelaku kejahatan tidak begitu bernafsu dalam mengamati kita.

#4 Peka Pada Situasi
Jangan terlalu asyik bermain gadget saat dalam perjalanan. Tetaplah taruh perhatian pada sekeliling agar kita bisa langsung identifikasi orang-orang yang terlihat mencurigakan. 

Terbaru

Sistem Keamanan Lingkungan (SISKAMLING) Apakah Masih Diperlukan?

SOBAT MEDIA – Desa dengan berbagai aktifitasnya menuntut setiap warga untuk selalu sibuk. Warga tidak hanya bekerja soal pertanian dan pet...