Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

18 November 2016

Konservasi Air Dengan Langkah Simpel Tapi Efektif

SOBAT MEDIA - Air merupakan sumber kehidupan sehingga air itu penting. Air memiliki peranan besar dalam mendukung kelangsungan hidup kita. Air memberikan banyak manfaat bagi hidup kita dan memberikan segala aktifitas mahluk hidup.

Air merupakan barang penting dalam segala kegiatan makhluk hidup. Namun. terkadang kita melakukan kesalahan dalam memanfaatkan, memelihara, dan merawat ketersediaan air dalam kehidupan sehari-hari.

Banjir, tanah longsor, erosi, tanah tandus, daerah gersang, air yang tercemar limbah, merupakan sedikit contoh dari dampak bila kita salah dalam menyikapi ketersediaan air.

Ada banyak faktor yang menyebabkan krisis air dan bencana lain, tapi yang pasti itu semua disebabkan oleh kelalaian kita sebagai umat manusia dalam merawat dan melestarikan apa yang telah dianugerahkan oleh Tuhan sehingga berakibat pada kelangsungan makhluk hidup yang lainnya.

Maka dari itu teman teman, mari kita melakukan tindakan kecil dan berharga demi menyelamatkan kelangsungan kelestarian air di muka bumi ini.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan antara lain :
  1. Menghemat penggunaan air bersih.
  2. Membuang sampah pada tempatnya.
  3. Mengadakan pengolahan limbah secara benar.
  4. Menjalankan reboisasi agar hutan tetap terjaga kelestariannya.
  5. Mencegah penebangan pohon secara liar.
  6. Mengadakan sosialisasi tentang betapa pentingnya peranan air dalam kehidupan umat manusia.
  7. Menghapus sistem penambangan secara liar tanpa mempertimbangkan keseimbangan ekosistem.
  8. Membersihkan daerah sumber-sumber air bersih dari segala sampah.
  9. Menciptakan suatu lingkungan yang asri, dengan dimulai dari lingkungan rumah kita sendiri.
  10. Menjaga stabilitas ketersediaan air bersih di dalam tanah.

Untuk itu, lakukanlah perubahan sekecil apapun sejak dini demi kelangsungan hidup anak cucu kita di masa depan.

Penulis:
Oliva Olga Wuwur
Aktifis Lingkungan Tinggal di Yogyakarta.

17 September 2016

Menguji Kebenaran Informasi Yang Kita Terima

SOBAT MEDIA - Suatu studi menyatakan kebiasaan manusia adalah bertukar informasi. Kebiasaan ini sudah dilakukan bahkan sejak jaman purbakala. Intensitas pertukaran informasi yang semakin tinggi menunjukkan manusia dalam perkembangannya sangat membutuhkan berita-berita baru dari lain tempat dan waktu.

Informasi begitu penting sehingga orang rela berbondong-bondong membuat grup, baik dalam dunia nyata maupun dunia maya, untuk rela berantri-antrian mendapatkan informasi, hiburan, dan berita lainnya.

Kebutuhan informasi seseorang seolah semakin mudah untuk dipuaskan beriring pesatnya perkembangan teknologi. Informasi dari berbagai belahan dunia mudah didapatkan dalam beberapa bentar. Arus informasi semakin cepat dan stabil.

Namun, sekarang kita menghadapi suatu kemungkinan baru dari perkembangan peradaban. Kemungkinan itu dimunculkan dengan pertanyaan; apakah berita yang sampai kepada kita valid adanya? Bukankah informasi itu seolah nyata dan tidak perlu lagi pembuktian?

Banjir informasi telah terjadi. Pemerintah kita hanya mampu meregulasi beberapa sumber dan tidak semua konten tersaring sempurna. Akhirnya ya begini, kadang kita menerima informasi yang tidak sesuai dengan tingkat usia, tingkat intelektual, dan tingkat sosial.

Di tengah kemungkinan-kemungkinan yang negatif itu, baiklah kita mawas. Tidak perlu buru-buru percaya pada berita provokatif. Tidak perlu marah pada sumber berita yang belum tentu jelas alamat pembuat berita itu.

Kita harus kembali pada prinsip awal bahwa pertukaran informasi adalah untuk kebaikan bersama dan bukan untuk saling menjatuhkan.

16 Agustus 2016

Berbisnis Sambil Mencinta Lingkungan, Kenapa Tidak?

Indah Theresia BR Siahaan mahasiswa menunggu wisuda prodi akuntansi UMBY
aktifis pada Stube-HEMAT Yogyakarta
(Lembaga yang mendampingi pengembangan skil mahasiswa)

SOBAT MEDIA - Ada saja oknum-oknum tertentu berbisnis tanpa etika. Orang-orang ini mengeksploitasi rejeki atau mengambil hak hidup orang lain. Bahkan dengan sengaja merusak alam untuk kepentingan keuntungan finansial, merusak warisan luhur pada anak cucu.

Tetapi tidak demikian dengan bisnis yang dilakukan oleh Indah, seorang mahasiswa yang sedang menunggu wisuda, pada salah satu kampus swasta di Yogyakarta. Indah menggeluti bisnis persewaan tenda sejak tahun 2015.

Keuntungan yang didapat memang belum seberapa, tetapi dampaknya telah dirasakan oleh sebagian teman yang telah menikmati jasanya. 


Nona Indah memperlihatkan tendanya
Tenda itu sendiri bukanlah milik Indah. Tenda itu adalah milik Stube-HEMAT Yogyakarta – sebuah lembaga yang mendampingi mahasiswa yang studi di Yogyakarta. Indah mengelola tenda-tenda ini dengan sistem bagi untung.

Pada 2015 yang lalu, Stube-HEMAT telah menjalankan program pelatihan di dalam ruangan. Sebagian aktifitas dilakukan di dalam ruangan. Jadi pada suatu kali muncullah gagasan untuk menggelar pelatihan di luar ruangan.

Tenda yang digunakan waktu itu masih bisa dipakai hingga sekarang. Teman-teman mahasiswa di Yogyakarta menyewa tenda ini untuk keperluan camping dan tamasya.

“...ada beberapa mahasiswa muda-mudi yang suka nongkrong di mall, tapi diajak (jalan-jalan di alam bebas) mau kok, nggak semua anak-anak mall itu benci alam,” tutur Indah.

Indah tergerak untuk mengajak teman-teman. Alam Nusantara layak dicintai dan tidak perlu dirusak oleh bisnis-bisnis serakah.

Selama ini beberapa anak mengaku senang dengan bisnis jasa sewa ini. Sudah 16 tenda tersedia untuk disewakan. 
Tenda harus seringkali digelar sekalipun tidak dipakai agar tidak menjamur



11 Agustus 2016

Mencatat Keuangan keluarga, Seberapa Pentingkah?

SOBAT MEDIA - Pencatatan keuangan dipandang sebagai kegiatan yang hanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan atau lembaga-lembaga besar. Orang kadang meremehkan pencatatan keuangan dalam lembaga kecil seperti keluarga, kelompok kerja kecil, atau arisan kecil. Padahal, pencatatan keuangan penting untuk mengevaluasi arus kas yang ada dalam suatu kelompok atau organisasi.

Jimmy Wicaksono, seorang auditor muda Lulusan UKDW Yogyakarta mengatakan, catatan keuangan merupakan gambaran pengelolaan keuangan yang difungsikan untuk perencanaan dan evaluasi. 


Jimmy Wicaksono, 
Auditor Keuangan tinggal di Semarang
Menurut Jimmy, keluarga diibaratkan sebagai sebuah perusahaan mini. Kebutuhan di dalam keluarga perlu dicatat. Pencatatan itu untuk memprediksi keterjadian dan kesiapan di masa yang akan datang. Pendidikan dan kesehatan adalah dua aspek yang harus disiapkan suatu keluarga di masa mendatang. 

Pencatatan keuangan membuat keluarga dapat menimbang mana kebutuhan yang penting dan mana yang tidak penting. 

Pengelolaan keuangan yang baik, menurut Jimmy, membuat suatu keluarga menjalani kehidupan ekonominya secara lebih sejahtera. 

Pada jaman kolonial Belanda, bentuk pencatatan keuangan terlihat lebih sederhana. Jimmy menggambarkan pencatatan akuntansi keuangan dalam keluarga waktu itu lebih mudah dibandingkan sekarang.

Isi pencatatan keuangan waktu itu hanya meliputi apa yang diterima oleh keluarga (pemasukan) dan apa yang dikeluarkan oleh suatu keluarga. 

Naik Dan Kapan Turunnya Harga Sembako

SOBAT MEDIA - Sembako, hanya dibicarakan oleh ibu-ibu, tetapi dibutuhkan oleh semua anggota keluarga. Sekali harga sembako merangkak naik, ibu-ibu mulai mempergunjingkan kenaikan ini dan sesekali mengeluh. Pengaruhnya cukup signifikan bagi keluarga pas-pasan. Bisa-bisa anggaran liburan dikurangi dan uang jajan untuk anak dipotong sedemikian rupa.

Demikianlah terjadi bagi satu keluarga dan mungkin akan terjadi pada keluarga lain yang masuk dalam golongan keluarga pas-pasan. Menanggapi soal ini, Yopi Pamungkas Saputro, pengamat ekonomi tinggal di Sragen memberikan pendapatnya.

Penyebab pertama naiknya harga sembako adalah faktor cuaca. Cuaca dalam bulan-bulan ini tidak menentu. Sawah-sawah, kebun, dan ladang terlanda banjir sehingga mempengaruhi hasil panen. Petani terancam gagal panen dan produk komoditas pertanian turun.


Yopie Pamungkas Saputro
Pengamat Ekonomi Lokal
Tinggal di Sragen
Belakangan, sebagian pihak meneliti benih yang kuat bila suatu kali terendam oleh banjir.

Turunnya produktifitas lahan pertanian menyebabkan ketersediaan komoditas menipis. Sesuai hukum penawaran, menurut Yopi Saputro bila barang tersedia melimpah maka harga turun. Distributor tidak segan-segan menaikkan harga bila ketersediaan menipis dan permintaan tinggi.

Sementara ini yang naik barulah harga cabai dan bawang merah. Harga beras relatif stabil setelah lebaran. Harga daging belumlah stabil diikuti dengan rempah-rempah dapur.

Untuk mengakali keadaan harga sembako seperti ini manfaatkan bahan pengganti, menurut Yopi Pamungkas Saputro. Bila terbiasa makan pedas maka kurangi konsumsi cabai. Bila terbiasa makan daging maka gantilah dengan telur atau tempe.

09 Agustus 2016

Gelar Pesta Pernikahan Sesuai Kemampuan Finansial

SOBAT MEDIA - Pernikahan menjadi perhelatan agung. Setiap orang menghormati momen bahagia ini sehingga mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk kemegahan pestanya.

Karena pesta pernikahan mengundang penghormatan tinggi, orang kemudian menginginkan dirinya menjadi seorang putri, ingin penampilan yang paling menarik dalam pesta itu, atau ingin sekali menjadi pusat perhatian.

Dekorasi, busana, dan kuliner yang disajikan kemudian disusun menyesuaikan kerinduan kedua mempelai. Dekorasi megah, busana mewah, dan kuliner meriah direncanakan untuk menggelar perhelatan yang mungkin saja terjadi sekali seumur hidup ini.

Di tengah kerinduan menggelar pesta megah yang begitu tingginya, kita kadang lupa akan kemampuan yang dimiliki. Ya, benar, pernikahan hanya dialami seumur hidup. Namun, pesta yang berkesan tidak harus dilaksanakan secara mahal-mahalan. Cukup diselenggarakan saja secara sederhana tapi penuh makna.

Kesederhanaan tapi bermakna bisa ditunjukkan lewat pengelolaan dana. Dana pernikahan biasanya tinggi karena harus persiapkan segala macam kebutuhan. Namun, jangan sampai pernikahan itu meninggalkan hutang di sana-sini. Berhutang berarti minus dalam memulai keluarga baru.

Pesta pernikahan yang bisa diselenggarakan di rumah tidak perlu menyewa aula gedung yang mahal. Dengan pesta di rumah, kemeriahan menjadi milik kita dan para tetangga.

Sajian khas berselera biasanya lebih terjangkau menggunakan makanan dan snack tradisional. Dengan sajian ini kita masih bisa memaknai budaya dan mengajarkan tradisi pada anak cucu.

Terbaru

Sistem Keamanan Lingkungan (SISKAMLING) Apakah Masih Diperlukan?

SOBAT MEDIA – Desa dengan berbagai aktifitasnya menuntut setiap warga untuk selalu sibuk. Warga tidak hanya bekerja soal pertanian dan pet...