16 November 2016

Menjaga Tutur Kata Dan Tenggang Rasa Pedesaan

SOBAT MEDIA - Gaya bertutur orang-orang desa memang cenderung pasif. Mereka lebih banyak mendengar orang lain yang berbicara tentang isu-isu dari luar desa. Mendengar berita luar, cukup dibatin saja. Lalu nanti bila sudah sampai di rumah dibicarakan bersama keluarga atau tetangganya. Bila tetangga tidak merespon, maka topik pembicaraan akan lenyap terbang oleh angin lalu. Namun, pembicaraan akan berlangsung berhari-hari (menjadi topik utama) bila informasi yang didapat cukup menarik dan penting.

Topik pembicaraan bisa bermacam-macam. Bisa soal ekonomi, sosial, dan moral. Dari bapak di halaman hingga ibu yang sedang memasak akan tenggelam dalam topik yang mereka gandrungi.

Ada beberapa hal yang layak menjadi teladan bagi kita. Sebanyak apapun pembicaraan yang digelar, tidak pernah suatu topik diulas untuk menyinggung orang lain atau menjelek-jelekkan mereka. Sebisa mungkin pembicaraan digelar tidak untuk memupuk kebencian.

Kebiasaan bertutur kata sopan menunjukkan betapa orang desa menjunjung tinggi toleransi. Mereka tidak berujar kebencian dan tetap menjaga perasaan satu sama lain. Dengan menjaga tutur kata, tenggang rasa dari masyarakat Desa terbukti ampuh menjaga harmoni.

Tidak ada komentar:
Write komentar

Terbaru

Sistem Keamanan Lingkungan (SISKAMLING) Apakah Masih Diperlukan?

SOBAT MEDIA – Desa dengan berbagai aktifitasnya menuntut setiap warga untuk selalu sibuk. Warga tidak hanya bekerja soal pertanian dan pet...