28 November 2016

Swasembada Pangan Bergantung Pada Kemandirian Desa

SOBAT MEDIA - Swasembada pangan merupakan cita-cita Negara kita. Pangan yang dimaksud meliputi sembilan bahan pokok. Tidak satupun boleh habis lalu kita mengimpor. Semua kebutuhan bahan pangan itu harus dicukupi oleh produksi dalam negeri.

Pada tahun 1985, Indonesia menyelenggarakan swasembada pangan. Impor pangan dihentikan. Setiap sektor produksi pangan digenjot sehingga memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Kejayaan pangan itu dapat diulang kembali. Selain pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, warga di desapun dapat mendukung kebijakan pemerintah sekarang ini. Dengan apa? Tentu dengan langkah sederhana.

Caranya adalah dengan menanam tumbuhan yang bisa dimakan sendiri. Tanamlah dengan benih lokal dan pupuklah dengan bahan sisa ternak. Dengan cara itu, desa dapat mendukung pemerintah menuju kemandirian pangan.

Apakah Benar Air Bersih Bisa Menjadi Langka?

SOBAT MEDIA - Kelangkaan air bersih mulai disadari sebagai ancaman. Beberapa negara mulai mengantisipasi krisis tersebut. Krisis air bukan perkara mudah. Air menjadi kebutuhan bukan hanya untuk dapur tapi juga untuk kepentingan pertanian. Namun, tetap saja ada negara-negara yang belum menyadari ancaman ini.

Bicara soal negara memang terlalu luas. Oleh karenanya marilah kita identifikasi anggapan dari orang-orang tentang ketersediaan air bersih. Anggapan ini bisa beragam karena kondisi geografis maupun pandangan filosofis yang berbeda.

Ada saja orang yang menganggap hujan senantiasa turun, sungai tetap mengalir, sumur digali juga akan mengeluarkan air, kenapa harus resah? Tidak ada alasan untuk resah. Semua baik-baik saja dan air berlimpah-ruah.

Kelompok yang mengantisipasi krisis air mengatakan bahwa sumber-sumber air kita telah susut. Daerah resapan air mulai beralih fungsi menjadi lahan pertanian, perumahan, property, dan kawasan ekonomi lainnya.

Hari ini kita membutuhkan studi komprehensif soal tata kelola air. Marilah kita duduk bersama berbicara soal realita. Mari berdiskusi berdasar data dan analisa. Dengan demikian, kita akan punya cara pandang yang sama menyoal ketersediaan air di lingkungan kita.

25 November 2016

Tidak perlu Cemas Akan Isu Rush Money

      
SOBAT MEDIA - Isu Rush Money diasumsikan membuat keuangan suatu negara tidak stabil. Setiap orang menarik dananya di bank dan bank akan kolaps. Lalu apakah yang dimaksud dengan Rush Money? Rush money adalah upaya penarikan uang tunai yang ada di bank dan bank akan mengalami kekosongan kas sehingga dipastikan merugi.

Bisa dibayangkan bila kita berada dalam kondisi tidak punya uang. Tidak ada modal yang bisa dipinjam, roda ekonomi akan berhenti, tidak ada modal investasi. Pembiayaan akan  bangkrut. Kehidupan ekonomi makro akan terjun bebas.

Krisis mengancam suatu negeri yang rakyatnya tidak memiliki simpanan. Amat disayangkan bila suatu negara harus meminjam dana pada lembaga keuangan di luar negeri. Bunganya tentu akan tinggi, keuntungan hanya akan dinikmati oleh orang lain.

Bila dana masyarakat disimpan di dalam negeri, Negara akan memiliki alternatif pinjaman. Pemerintah meminjam dana pada rakyatnya sendiri. Tentu ini akan lebih menguntungkan dibanding meminjam di lembaga keuangan luar negeri.

Masyarakat sebenarnya tidak perlu kuatir lagi cemas. Keadaan tidaklah genting. Ekonomi negeri ini relatif stabil. Selama bank masih berada dalam jaminan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), dana yang kita simpan akan dapat selalu diamankan. Orang mendapatkan kenyamanan dalam transaksi perbangkan kita. Ekonomi tetap stabil dan orang tetap merasa aman menyimpan uangnya di bank.

Penulis:
Yopi Pamungkas Saputro, SE
Pemerhati Ekonomi Tinggal di Sragen

20 November 2016

Sudahkah Desa Layak Bagi Anak?

SOBAT MEDIA - Desa bisa saja memenuhi kriteria layak anak. Tempat bermain, pendidikan terjangkau, makanan cukup, dan lingkungan yang sehat. Idealnya, semua hak dasar anak tercukupi. Namun, kenyataan dapat berkata lain. Suatu desa belum tentu menjamin warganya mengerti hak anak. Bahkan pembangunan desa tidak selalu memihak pada anak.

Minimnya sosialisasi hak anak menjadi penyebab sebagian warga tidak mengerti hak-hak anak. Hak anak telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia pada 2011. Sosialisasi kepada masyarakat dimulai. Minimnya sosialisasi diperparah oleh tidak efektifnya pembinaan aparatur desa. Literasi tidak menjangkau pelosok sehingga pejabat menjadi miskin ide dan kreatifitas. Lengkap sudah daftar kekurangan yang bisa kita catat dari kemerosotan desa.

Lima tahun sosialisasi berjalan rupanya tidak semua desa menjadi merosot. Ada saja desa yang menggeliat dan maju memperluas jaminan hak anak. Pendataan anak senantiasa mutakhir dan keluarga-keluarga semakin terbuka. Fasilitas pendidikan, kesehatan, dan fasilitas bermain tersedia bagi anak. Bahkan untuk sebagian desa, mereka mampu sediakan fasilitas sederhana dengan dana seadanya. Inilah bukti bahwa pembangunan tidak melulu berhasil karena uang banyak tapi dengan uang yang minimpun, desa masih mampu menggeliat dengan ide dan kreatifitas tinggi.

Sudah atau belum desa layak anak sekarang kiranya dapat dijawab oleh pemangku kebijakan desa itu sendiri. Tidak ada lagi alasan yang dituding sebagai alasan mengesampingkan hak anak.

18 November 2016

Konservasi Air Dengan Langkah Simpel Tapi Efektif

SOBAT MEDIA - Air merupakan sumber kehidupan sehingga air itu penting. Air memiliki peranan besar dalam mendukung kelangsungan hidup kita. Air memberikan banyak manfaat bagi hidup kita dan memberikan segala aktifitas mahluk hidup.

Air merupakan barang penting dalam segala kegiatan makhluk hidup. Namun. terkadang kita melakukan kesalahan dalam memanfaatkan, memelihara, dan merawat ketersediaan air dalam kehidupan sehari-hari.

Banjir, tanah longsor, erosi, tanah tandus, daerah gersang, air yang tercemar limbah, merupakan sedikit contoh dari dampak bila kita salah dalam menyikapi ketersediaan air.

Ada banyak faktor yang menyebabkan krisis air dan bencana lain, tapi yang pasti itu semua disebabkan oleh kelalaian kita sebagai umat manusia dalam merawat dan melestarikan apa yang telah dianugerahkan oleh Tuhan sehingga berakibat pada kelangsungan makhluk hidup yang lainnya.

Maka dari itu teman teman, mari kita melakukan tindakan kecil dan berharga demi menyelamatkan kelangsungan kelestarian air di muka bumi ini.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan antara lain :
  1. Menghemat penggunaan air bersih.
  2. Membuang sampah pada tempatnya.
  3. Mengadakan pengolahan limbah secara benar.
  4. Menjalankan reboisasi agar hutan tetap terjaga kelestariannya.
  5. Mencegah penebangan pohon secara liar.
  6. Mengadakan sosialisasi tentang betapa pentingnya peranan air dalam kehidupan umat manusia.
  7. Menghapus sistem penambangan secara liar tanpa mempertimbangkan keseimbangan ekosistem.
  8. Membersihkan daerah sumber-sumber air bersih dari segala sampah.
  9. Menciptakan suatu lingkungan yang asri, dengan dimulai dari lingkungan rumah kita sendiri.
  10. Menjaga stabilitas ketersediaan air bersih di dalam tanah.

Untuk itu, lakukanlah perubahan sekecil apapun sejak dini demi kelangsungan hidup anak cucu kita di masa depan.

Penulis:
Oliva Olga Wuwur
Aktifis Lingkungan Tinggal di Yogyakarta.

Dampak Positif Pengembangan Sarana Transportasi Massal

SOBAT MEDIA - Transportasi senantiasa berkembang. Orang menggunakan tenaganya sendiri untuk menarik gerobak. Lalu tenaga manusia diganti dengan tenaga hewan. Kemudian tenaga hewan diganti dengan tenaga mesin. Pergantian penggunaan tenaga hewan menjadi tenaga mesin terjadi sejak revolusi industri di Inggris. Sampai sekarang, mesin masih digunakan sebagai penggerak utama suatu moda transportasi. Setelah mesin gunakan apalagi?

Dalam dunia transportasi, mesin selalu membutuhkan bahan bakar. Bahan bakar yang umum dikembangkan diolah dari fosil.  Baru-baru ini Brazil telah menunjukkan taji memproduksi bahan bakar biofuel sejak 1972. Separuh produksi tebu untuk gula, separuh lagi untuk bahan bakar.

Bahan bakar fosil relatif mudah didapat. Barangkali  kemudahan inilah yang membuat orang berpikir memiliki kendaraan pribadi. Dulu kendaraan pribadi sangat jarang, orang berjalan kaki atau sesekali gunakan angkutan umum. Sekarang, kendaraan pribadi lebih banyak mengaspal di jalan. Polusi semakin membahayakan.

Transportasi massal menjadi alternatif. Polusi udara semakin bisa ditekan karena sedikit saja knalpot yang mengepul di jalan. Pengguna jalan semakin bugar karena berjalan kaki menuju tempat pemberhentian angkutan umum. Dengan demikian, kualitas udara dan kualitas kesehatan menjadi lebih baik dengan pengembangan transportasi massal.

Inilah Peran Penduduk Desa Menstabilkan Rupiah

SOBAT MEDIA - Rupiah tidak selalu stabil. Fluktuasi senantiasa terjadi. Kadang melemah dan kadang menguat. Ya, kuat dan lemah dipengaruhi oleh mata uang Dolar Amerika. Kadang juga kuat lemah Rupiah dipengaruhi ekspor dan impor. Pelemahan Rupiah dinamakan dengan inflasi.

Inflasi membuat sebagian kalangan kuatir. Uang menjadi turun harganya. Kebutuhan pokok berupa barang dan jasa melambung tinggi. Inflasi yang begitu parah dapat menjurus pada situasi krisis. Maka pemerintah kita senantiasa menjaga kestabilan Rupiah. Tujuannya agar masyarakat tidak terjepit dalam mencari penghidupan yang layak.

Tahun 2008 ketika krisis global terjadi, ekonomi makro negeri kita cenderung bersiaga mengantisipasi dampak yang akan terjadi. Perusahaan finansial tidak mendapat keuntungan sebanyak sebelumnya. Namun, sebuah bank yang memberi kredit pada usaha mikro justru mendulang laba.

Usaha mikro itulah yang bergerak dalam nama usaha kecil menengah. Sebagian lagi digerakkan oleh orang-orang desa.

Penduduk desa terbukti ampuh dan dahsyat menghadapi hantaman krisis global. Bagaimana caranya? Pertama, kebutuhan pokok seperti pangan, sandang, dan papan terpenuhi oleh produksi domestik. Misalnya makanan ditanam dari kebun sendiri atau alat-alat dibangun dari sumber daya sendiri. Tidak tergantung produk luar. Ketiga, masyarakat desa mengutamakan kekeluargaan dalam hidup ekonomi, sosial, dan budaya. Tiga prinsip itulah yang secara tidak langsung memperkuat Rupiah dan meredam inflasi di negeri kita.

Terbaru

Sistem Keamanan Lingkungan (SISKAMLING) Apakah Masih Diperlukan?

SOBAT MEDIA – Desa dengan berbagai aktifitasnya menuntut setiap warga untuk selalu sibuk. Warga tidak hanya bekerja soal pertanian dan pet...