08 Februari 2017

Sistem Keamanan Lingkungan (SISKAMLING) Apakah Masih Diperlukan?

SOBAT MEDIA – Desa dengan berbagai aktifitasnya menuntut setiap warga untuk selalu sibuk. Warga tidak hanya bekerja soal pertanian dan peternakan saja tetapi juga sektor industri bisnis kreatif, meubel, dan home industri.

Untuk beberapa desa yang sudah maju, lapangan kerja terbuka cukup luas dan aliran modal melaju begitu cepat. Distribusi ekonomi berlangsung harmonis dengan masing-masing warga memperoleh pendapatan yang cukup dari apa yang diusahakannya.

Itulah kondisi desa dengan etos kerja dan kreatifitas tinggi. Kadangkala pemerintah setempat memberikan stimulus sehingga laju pertumbuhan ekonomi berlangsung cepat.

Namun, untuk beberapa daerah, pencurian dan perampokan bisa saja terjadi. Ada saja orang-orang yang merasa kurang secara ekonomi dan tidak dapat bekerja. Orang-orang seperti ini mencari jalan pintas dengan mengusahakan yang halal dan haram.

Pekerjaan ilegal itu seperti menebang kayu hutan lindung, mencuri, merampok, dan mengorupsi dana dari swadaya desa.

Maka dalam kondisi ini siskamling dirasa perlu. Untuk apa? Kadangkala SISKAMLING membuat orang merasa aman karena merasa terjaga. Pencurian ternak dan barang berharga menjadi menurun.

Tapi kenapa pencurian kerap terjadi padahal SISKAMLING masih terjaga rapi? SISKAMLING bukanlah penjagaan ternak utama di kalangan warga. Keberadaan siskamling selalin mengamankan, ia juga menentramkan warganya untuk dapat menikmati istirahat malam dengan tenang dan nyaman.

07 Februari 2017

Suka-duka Bertanam Kelapa Sawit

SOBAT MEDIA - Kelapa sawit menjadi salah satu tanaman pokok perkebunan di Bengkulu. Harga jualnya yang tinggi menyebabkan orang berbondong-bondong mengonversi lahan sawahnya menjadi lahan perkebunan sawit. Lahan yang dikonversi bukan hanya persawahan saja, tetapi juga lahan belukar ataupun rawa-rawa. Tanaman kelapa sawit tampak jamak di pandangan mata.

Orang-orang bersuka. Pendapatan warga meningkat setelah  tiga tahun menanti. Biaya sekolah dan biaya perawatan medis dapat ditanggung tanpa terlalu membebani. Cukup dengan pupuk dan penyiangan berkala, pemanenan akan mencapai hasil memuaskan. Begitulah kesukaan seorang petani sawit.

Hal yang mengkuatirkan adalah adanya pandangan berbeda soal sawit. Entah penelitian mana mengatakan sawit membutuhkan air yang banyak. Unsur hara tanah juga cepat habis. Biota lain tidak akan tumbuh sempurna bila sawit harus ditanam. Maka kekuatiran ini seyogyanya dipecahkan bersama. Kita butuh solusi tepat agar masing-masing pihak sama-sama diuntungkan.

24 Januari 2017

Main Di Sungai Tinggallah Kenangan!

SOBAT MEDIA - Fitri berjalan mengenang masa kecilnya; bahagia dan penuh petualangan. Sungai kecil yang melintas di kampungnya menjadi ajang pelepas penat di kala waktu usai sekolah.

Tahun 2000, Fitri masih bisa bermandikan air sungai. Keruhnya tidak berminyak. Kalaupun ada sampah dan limbah tidaklah sebanyak sekarang.

Sungai kalimati membelah dua desa yaitu kampung Bugis dan desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kecamatan Muncar dikenal sebagai pusat pendaratan ikan di pulau Jawa.

Pada wilayah Kecamatan Muncar sendiri beberapa sungai melintas. Tapi kalimati paling membekas dalam kenangan masa kecil Fitri.

Aktifis yang menggeluti bidang pendidikan dan lingkungan ini tidak menyadari bahwa berkah yang seharusnya menguntungkan secara ekonomi justru berbuah penurunan kualitas air sungai di desanya.

Hari ini, berenang di sungai tinggallah kenangan. Sekali kita menyentuh air sungai maka kulit kita akan tebal oleh minyak yang mengepul di permukaan sungai.

Narasumber:
Fitriani
(Aktifis Pendidikan Asal Banyuwangi, tinggal di Depok, Jawa Barat)

19 Januari 2017

Hujan Menghambat Sebagian Usaha Ekonomi Kita

SOBAT MEDIA - Musim penghujan memang dinantikan. Sektor pertanian terbantu oleh musim ini. Air melimpah, tanaman tumbuh subur, matahari tidak terlalu panas.

Tapi rupanya tidak semua diuntungkan. Ada sektor tertentu yang terhambat oleh musim penghujan. Sektor industri rumah tangga ini cenderung membutuhkan cahaya matahari guna mempercepat proses pengeringan.

Industri skala rumah tangga yang membutuhkan panas matahari itu seperti penjemuran ikan asin. Ikan dikeringkan melalui radiasi matahari. Setelah kering, ikan akan menjadi lebih awet.

Usaha industri kedua adalah penjemuran singkong atau ketela pohon. Orang Jawa menyebutnya sebagai gaplek. Singkong yang tidak mengalami penjemuran secara sempurna akan berbau masam.

Industri rumah tangga ketiga adalah industri krupuk. Krupuk menjadi makanan khas yang menyanding lauk-pauk warga. Tanpa krupuk, orang yang sudah gemar aksn mencari klethikan yang lain.

Begitu pentingnya panas matahari yang menjadi jarang hadir ketika musim penghujan. Maka, musim penghujan tidak hanya mendatangkan berkat tapi juga menghambat pertumbuhan ekonomi warga.

Musim hujan yang berlebihan juga berpotensi banjir sehingga dapat merugikan petani.

11 Januari 2017

Harga Cabai Tinggi, Kenapa Berlebihan Bereaksi?

SOBAT MEDIA -  Cabai menjadi kebutuhan pokok. Semua orang merasa wajib untuk mengonsumsinya. Citarasa Nusantara menjadi fana ketika bahan makanan yang satu ini tidak tersedia di meja makan. Memang ada masyarakat yang tidak doyan pedas, ada juga gemar mengonsumsi makanan pedas, tetapi entah banyak atau sedikit, orang tetap saja merasa harus mengonsumsi cabai.

Karena cabai dikonsumsi orang dari berbagai latar dan lapisan, maka setiap orang juga merasa perlu untuk berkomentar untuk kenaikan harganya. Bayangkan saja bila harga cabai mencapai Rp.100.000,- perkilogram? Tentu tidak salah bila orang berbondong-bondong untuk memberikan tanggapan.

Kelompok masyarakat pertama yang memberikan komentar adalah pemerintah. Harga cabai tinggi maka bersegera untuk meninjau produksi dan distribusi. Kalau-kalau ada masalah maka pemerintah bertindak cepat.

Kelompok kedua adalah pedagang dan kelompok distributor lain. Harga cabai tinggi, menurut mereka, karena ketersediaan juga menipis. Suplainya kurang. Jadi harga harus dinaikkan.

Kelompok ketiga adalah ibu-ibu yang gemar berbelanja. Merasa harus menambahkan bahan lain seperti tomat pada racikan sambalnya.

Kelompok keempat adalah petani. Mereka bersyukur karena harga cabai tinggi sehingga memperoleh keuntungan dan mampu menutup hutang pupuk dan hutang lain yang digunakan untuk menutup ongkos produksi.

Kelompok terakhir yang terdiam saja, tanpa bicara, tetapi dengan segera menyusun media tanam di rumahnya. Lima pot untuk lima batang cabai. Kelompok terakhir ini berprinsip,”…sekarang boleh langka dan mahal, tapi kalau sudah tanam begini, 2 bulan lagi kita tidak kesulitan memenuhi kebutuhan cabai lagi.”

12 Desember 2016

Dampak Yang Ditimbulkan Oleh Sebuah Pabrik

SOBAT MEDIA - Kesejahteraan masyarakat terdongkrak oleh pembangunan di wilayahnya. Pembangunan manusia dalam aspek budaya dan ekonomi menjadi titik utama perencanaan dari pemangku kebijakan. Banyak mulut harus diberi makan serta banyak orang harus mendapat pekerjaan.

Tidak salah memang bilamana pemerintah kita bekerja keras untuk memberi kesejahteraan warganya. Dengan beberapa pembangunan infrastruktur seperti pabrik, orang dapat bekerja dan mendapatkan upah yang layak.

Dengan pabrik, suatu daerah mendapatkan pemasukan. Pemasukan ini berupa pembagian keuntungan yang langsung dishare ke pemasukan daerah. Keuntungan lain yang didapat daerah adalah perluasan lapangan kerja. Tenaga kerja yang terdidik dan terlatih akan tertampung di pabrik tersebut untuk menjadi pekerja-pekerja teknis dan nonteknis.

Demikian besar keuntungan pendirian sebuah pabrik yang tentu akan memberikan dampak terhadap aspek ekonomi dan budaya. Lalu adakah sisi gelap dari pendirian sebuah pabrik?

Momok yang dianggap menakutkan dari pendirian sebuah pabrik adalah soal pengaruhnya pada lingkungan. Bagaimana dengan udara? Air? Dan tanah? Adakah semuanya itu baik-baik saja?

Soal udara memang pabrik diwajibkan untuk memiliki filter udara pada cerobong asap pembuangannya. Bukan hanya itu, limbah udara harus memenuhi syarat agar udara tidak berada di ambang bahaya.

Demikian pentingnya sebuah pabrik hingga kita harus sadar dampak yang ditimbulkannya. Jangan sampai anak cucu menjadi korban.

28 November 2016

Penghapusan Ujian Nasional Menghargai Proses Belajar Sehari-hari

SOBAT MEDIA - Menteri Pendidikan Nasional menghapus penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) dan menyerahkan kelulusan pada daerah. Penghapusan ini menjawab harapan sebagian pemerhati dan aktifis masyarakat. Sebagian kalangan menilai penyelenggaraan UN kontraproduktif dan tidak signifikan terhadap peningkatan kualitas naradidik.

Pendidikan itu berorientasi pada proses dan bukan berorientasi pada hasil akhir yang belum begitu jelas ukurannya. Dengan dihapuskannya UN, maka berarti penghapusan itu menghargai proses.

Penggantian UN menjadi istilah lain tidaklah masalah selama tidak mengurangi esensi dari proses pendidikan itu sendiri. Proses yang dimaksu adalah proses pendidikan yang selama ini dilakukan oleh para pendidik.

Proses itu meliputi pemberian materi, pemahaman dan nilai-nilai moral, lalu siswa diuji kemampuannya lewat ulangan harian. Selanjutnya, ulangan harian diberi nilai. Nilai itu diakumulasi bersama dengan nilai tengah semester dan nilai akhir semester. Bila nilai evaluasi tidak memenuhi standar maka siswa dikenakan remediasi. Siswa yang memenuhi standar akan diberi pengayaan.

UN yang dijalankan selama ini dipandang tidak mengakomodasi sepenuhnya proses belajar. Siswa yang memiliki kompetensi cukup belum tentu lulus dalam Ujian Nasional. Dari situ kemudian muncul ungkapan bahwa perjuangan tiga tahun ditentukan oleh ujian selama tiga hari.

Hari ini dibutuhkan formulasi tepat dalam menggambarkan hasil kompetensi siswa. Kemampuan siswa beragam dan memiliki kompetensi yang berbeda.

Penulis:
Paulus Eko Kristianto, S. Si(teol)
Praktisi Pendidikan dan Kandidat Magister pada Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara

Swasembada Pangan Bergantung Pada Kemandirian Desa

SOBAT MEDIA - Swasembada pangan merupakan cita-cita Negara kita. Pangan yang dimaksud meliputi sembilan bahan pokok. Tidak satupun boleh habis lalu kita mengimpor. Semua kebutuhan bahan pangan itu harus dicukupi oleh produksi dalam negeri.

Pada tahun 1985, Indonesia menyelenggarakan swasembada pangan. Impor pangan dihentikan. Setiap sektor produksi pangan digenjot sehingga memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Kejayaan pangan itu dapat diulang kembali. Selain pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, warga di desapun dapat mendukung kebijakan pemerintah sekarang ini. Dengan apa? Tentu dengan langkah sederhana.

Caranya adalah dengan menanam tumbuhan yang bisa dimakan sendiri. Tanamlah dengan benih lokal dan pupuklah dengan bahan sisa ternak. Dengan cara itu, desa dapat mendukung pemerintah menuju kemandirian pangan.

Apakah Benar Air Bersih Bisa Menjadi Langka?

SOBAT MEDIA - Kelangkaan air bersih mulai disadari sebagai ancaman. Beberapa negara mulai mengantisipasi krisis tersebut. Krisis air bukan perkara mudah. Air menjadi kebutuhan bukan hanya untuk dapur tapi juga untuk kepentingan pertanian. Namun, tetap saja ada negara-negara yang belum menyadari ancaman ini.

Bicara soal negara memang terlalu luas. Oleh karenanya marilah kita identifikasi anggapan dari orang-orang tentang ketersediaan air bersih. Anggapan ini bisa beragam karena kondisi geografis maupun pandangan filosofis yang berbeda.

Ada saja orang yang menganggap hujan senantiasa turun, sungai tetap mengalir, sumur digali juga akan mengeluarkan air, kenapa harus resah? Tidak ada alasan untuk resah. Semua baik-baik saja dan air berlimpah-ruah.

Kelompok yang mengantisipasi krisis air mengatakan bahwa sumber-sumber air kita telah susut. Daerah resapan air mulai beralih fungsi menjadi lahan pertanian, perumahan, property, dan kawasan ekonomi lainnya.

Hari ini kita membutuhkan studi komprehensif soal tata kelola air. Marilah kita duduk bersama berbicara soal realita. Mari berdiskusi berdasar data dan analisa. Dengan demikian, kita akan punya cara pandang yang sama menyoal ketersediaan air di lingkungan kita.

25 November 2016

Tidak perlu Cemas Akan Isu Rush Money

      
SOBAT MEDIA - Isu Rush Money diasumsikan membuat keuangan suatu negara tidak stabil. Setiap orang menarik dananya di bank dan bank akan kolaps. Lalu apakah yang dimaksud dengan Rush Money? Rush money adalah upaya penarikan uang tunai yang ada di bank dan bank akan mengalami kekosongan kas sehingga dipastikan merugi.

Bisa dibayangkan bila kita berada dalam kondisi tidak punya uang. Tidak ada modal yang bisa dipinjam, roda ekonomi akan berhenti, tidak ada modal investasi. Pembiayaan akan  bangkrut. Kehidupan ekonomi makro akan terjun bebas.

Krisis mengancam suatu negeri yang rakyatnya tidak memiliki simpanan. Amat disayangkan bila suatu negara harus meminjam dana pada lembaga keuangan di luar negeri. Bunganya tentu akan tinggi, keuntungan hanya akan dinikmati oleh orang lain.

Bila dana masyarakat disimpan di dalam negeri, Negara akan memiliki alternatif pinjaman. Pemerintah meminjam dana pada rakyatnya sendiri. Tentu ini akan lebih menguntungkan dibanding meminjam di lembaga keuangan luar negeri.

Masyarakat sebenarnya tidak perlu kuatir lagi cemas. Keadaan tidaklah genting. Ekonomi negeri ini relatif stabil. Selama bank masih berada dalam jaminan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), dana yang kita simpan akan dapat selalu diamankan. Orang mendapatkan kenyamanan dalam transaksi perbangkan kita. Ekonomi tetap stabil dan orang tetap merasa aman menyimpan uangnya di bank.

Penulis:
Yopi Pamungkas Saputro, SE
Pemerhati Ekonomi Tinggal di Sragen

20 November 2016

Sudahkah Desa Layak Bagi Anak?

SOBAT MEDIA - Desa bisa saja memenuhi kriteria layak anak. Tempat bermain, pendidikan terjangkau, makanan cukup, dan lingkungan yang sehat. Idealnya, semua hak dasar anak tercukupi. Namun, kenyataan dapat berkata lain. Suatu desa belum tentu menjamin warganya mengerti hak anak. Bahkan pembangunan desa tidak selalu memihak pada anak.

Minimnya sosialisasi hak anak menjadi penyebab sebagian warga tidak mengerti hak-hak anak. Hak anak telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia pada 2011. Sosialisasi kepada masyarakat dimulai. Minimnya sosialisasi diperparah oleh tidak efektifnya pembinaan aparatur desa. Literasi tidak menjangkau pelosok sehingga pejabat menjadi miskin ide dan kreatifitas. Lengkap sudah daftar kekurangan yang bisa kita catat dari kemerosotan desa.

Lima tahun sosialisasi berjalan rupanya tidak semua desa menjadi merosot. Ada saja desa yang menggeliat dan maju memperluas jaminan hak anak. Pendataan anak senantiasa mutakhir dan keluarga-keluarga semakin terbuka. Fasilitas pendidikan, kesehatan, dan fasilitas bermain tersedia bagi anak. Bahkan untuk sebagian desa, mereka mampu sediakan fasilitas sederhana dengan dana seadanya. Inilah bukti bahwa pembangunan tidak melulu berhasil karena uang banyak tapi dengan uang yang minimpun, desa masih mampu menggeliat dengan ide dan kreatifitas tinggi.

Sudah atau belum desa layak anak sekarang kiranya dapat dijawab oleh pemangku kebijakan desa itu sendiri. Tidak ada lagi alasan yang dituding sebagai alasan mengesampingkan hak anak.

18 November 2016

Konservasi Air Dengan Langkah Simpel Tapi Efektif

SOBAT MEDIA - Air merupakan sumber kehidupan sehingga air itu penting. Air memiliki peranan besar dalam mendukung kelangsungan hidup kita. Air memberikan banyak manfaat bagi hidup kita dan memberikan segala aktifitas mahluk hidup.

Air merupakan barang penting dalam segala kegiatan makhluk hidup. Namun. terkadang kita melakukan kesalahan dalam memanfaatkan, memelihara, dan merawat ketersediaan air dalam kehidupan sehari-hari.

Banjir, tanah longsor, erosi, tanah tandus, daerah gersang, air yang tercemar limbah, merupakan sedikit contoh dari dampak bila kita salah dalam menyikapi ketersediaan air.

Ada banyak faktor yang menyebabkan krisis air dan bencana lain, tapi yang pasti itu semua disebabkan oleh kelalaian kita sebagai umat manusia dalam merawat dan melestarikan apa yang telah dianugerahkan oleh Tuhan sehingga berakibat pada kelangsungan makhluk hidup yang lainnya.

Maka dari itu teman teman, mari kita melakukan tindakan kecil dan berharga demi menyelamatkan kelangsungan kelestarian air di muka bumi ini.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan antara lain :
  1. Menghemat penggunaan air bersih.
  2. Membuang sampah pada tempatnya.
  3. Mengadakan pengolahan limbah secara benar.
  4. Menjalankan reboisasi agar hutan tetap terjaga kelestariannya.
  5. Mencegah penebangan pohon secara liar.
  6. Mengadakan sosialisasi tentang betapa pentingnya peranan air dalam kehidupan umat manusia.
  7. Menghapus sistem penambangan secara liar tanpa mempertimbangkan keseimbangan ekosistem.
  8. Membersihkan daerah sumber-sumber air bersih dari segala sampah.
  9. Menciptakan suatu lingkungan yang asri, dengan dimulai dari lingkungan rumah kita sendiri.
  10. Menjaga stabilitas ketersediaan air bersih di dalam tanah.

Untuk itu, lakukanlah perubahan sekecil apapun sejak dini demi kelangsungan hidup anak cucu kita di masa depan.

Penulis:
Oliva Olga Wuwur
Aktifis Lingkungan Tinggal di Yogyakarta.

Dampak Positif Pengembangan Sarana Transportasi Massal

SOBAT MEDIA - Transportasi senantiasa berkembang. Orang menggunakan tenaganya sendiri untuk menarik gerobak. Lalu tenaga manusia diganti dengan tenaga hewan. Kemudian tenaga hewan diganti dengan tenaga mesin. Pergantian penggunaan tenaga hewan menjadi tenaga mesin terjadi sejak revolusi industri di Inggris. Sampai sekarang, mesin masih digunakan sebagai penggerak utama suatu moda transportasi. Setelah mesin gunakan apalagi?

Dalam dunia transportasi, mesin selalu membutuhkan bahan bakar. Bahan bakar yang umum dikembangkan diolah dari fosil.  Baru-baru ini Brazil telah menunjukkan taji memproduksi bahan bakar biofuel sejak 1972. Separuh produksi tebu untuk gula, separuh lagi untuk bahan bakar.

Bahan bakar fosil relatif mudah didapat. Barangkali  kemudahan inilah yang membuat orang berpikir memiliki kendaraan pribadi. Dulu kendaraan pribadi sangat jarang, orang berjalan kaki atau sesekali gunakan angkutan umum. Sekarang, kendaraan pribadi lebih banyak mengaspal di jalan. Polusi semakin membahayakan.

Transportasi massal menjadi alternatif. Polusi udara semakin bisa ditekan karena sedikit saja knalpot yang mengepul di jalan. Pengguna jalan semakin bugar karena berjalan kaki menuju tempat pemberhentian angkutan umum. Dengan demikian, kualitas udara dan kualitas kesehatan menjadi lebih baik dengan pengembangan transportasi massal.

Inilah Peran Penduduk Desa Menstabilkan Rupiah

SOBAT MEDIA - Rupiah tidak selalu stabil. Fluktuasi senantiasa terjadi. Kadang melemah dan kadang menguat. Ya, kuat dan lemah dipengaruhi oleh mata uang Dolar Amerika. Kadang juga kuat lemah Rupiah dipengaruhi ekspor dan impor. Pelemahan Rupiah dinamakan dengan inflasi.

Inflasi membuat sebagian kalangan kuatir. Uang menjadi turun harganya. Kebutuhan pokok berupa barang dan jasa melambung tinggi. Inflasi yang begitu parah dapat menjurus pada situasi krisis. Maka pemerintah kita senantiasa menjaga kestabilan Rupiah. Tujuannya agar masyarakat tidak terjepit dalam mencari penghidupan yang layak.

Tahun 2008 ketika krisis global terjadi, ekonomi makro negeri kita cenderung bersiaga mengantisipasi dampak yang akan terjadi. Perusahaan finansial tidak mendapat keuntungan sebanyak sebelumnya. Namun, sebuah bank yang memberi kredit pada usaha mikro justru mendulang laba.

Usaha mikro itulah yang bergerak dalam nama usaha kecil menengah. Sebagian lagi digerakkan oleh orang-orang desa.

Penduduk desa terbukti ampuh dan dahsyat menghadapi hantaman krisis global. Bagaimana caranya? Pertama, kebutuhan pokok seperti pangan, sandang, dan papan terpenuhi oleh produksi domestik. Misalnya makanan ditanam dari kebun sendiri atau alat-alat dibangun dari sumber daya sendiri. Tidak tergantung produk luar. Ketiga, masyarakat desa mengutamakan kekeluargaan dalam hidup ekonomi, sosial, dan budaya. Tiga prinsip itulah yang secara tidak langsung memperkuat Rupiah dan meredam inflasi di negeri kita.

17 November 2016

Cemara : Tumbuhan Ampuh Menahan Erosi Dan Abrasi

SOBAT MEDIA - Erosi dan abrasi kerap terjadi pada lahan tandus. Di pegunungan, erosi tampak dari permukaan tanah yang makin lama semakin gersang. Lahan tidak subur dan sulit untuk ditanami. Di pinggiran laut juga demikian. Lahan pantai yang tidak terlindungi oleh tanaman penahan akan segera terkikis oleh gelombang ombak laut.

Pengikisan daerah pegunungan dapat menyebabkan lumpur dan tanah gembur dengan mudah terbawa air. Akumulasi lumpur yang tinggi sebabkan banjir bandang dan merugikan orang-orang yang tinggal di dekat daerah erosi. Dampak awal adalah banjir menyusul kemudian tanah longsor dan tebing runtuh. Kondisi seperti ini menyebabkan musibah dan mengancam kelangsungan hidup manusia.

Pada daerah pinggiran pantai, abrasi yang terjadi kerap merugikan orang-orang yang tinggal di pesisir. Lahan pertanian pesisir kian susut dan beberapa sarana prasarana menjadi rusak. Kerusakan juga terjadi pada ekosistem kawasan pantai tempat biota laut berkembang misalnya penyu kehilangan tempat untuk bertelur.

Erosi dan abrasi memang mendatangkan kerugian. Oleh karenanya sebelum terjadi, erosi dan abrasi senantiasa dicegah dengan menanam tumbuhan peneduh. Cemara menjadi alternatif tanaman yang mampu mencegah erosi dan abrasi. Di daerah pegunungan seperti pegunungan alpen, pinus dan cemara mampu tumbuh dan menjaga muka tanah. Di daerah Dlingo, Bantul, DIY, hutan pinus dan cemara ditanam dan dikembangkan untuk tujuan wisata. Di daerah pantai, cemara juga dikembangkan untuk keperluan konservasi. Batang kuat dan akar yang tangguh serta dapat tumbuh dimana saja membuat cemara menjadi alternatif tumbuhan pencegah erosi dan abrasi.

Apa Yang Menjadi Kudapan Di Kala Terik?

SOBAT MEDIA - Suhu udara yang tinggi membuat orang beradaptasi dengan berbagai cara. Ada yang berendam pada kolam. Ada yang masuk dalam ruangan berpendingin udara. Ada juga yang dengan kreatif meramu minuman segar baik panas maupun dingin untuk menyegarkan badan.

Minuman bisa dibuat dari buah atau rempah-rempah alami. Daun-daun hijau yang dikeringkan juga memberi khasiat pada kesehatan tubuh. Bahan lain yang dipakai biasanya  berupa gula aren atau gula kelapa. Beberapa daerah menambahkan madu untuk memperkaya rasa dan nutrisi.

Sajian kudapan dalam bentuk dingin biasa ditambah es atau disimpan beberapa saat di lemari es. Untuk sebagian orang desa yang masih menyimpan tradisi tinggi, mereka menyimpan minuman dalam kendi (tembikar). Cara penyimpanan demikian bisa dijumpai pada penjual  cendol.

Minuman dan kudapan juga bisa dan biasa disajikan dan dinikmati dalam bentuk panas. Wedang jahe dan kopi biasa disajikan dalam bentuk panas. Namun, Sajian khas lain yang bisa dinikmati adalah wedang uwuh. Wedang jenis ini disajikan dalam bentuk panas dan berkomposisi daun serai dan salam.

16 November 2016

Menikmati Pagi Dengan Aktifitas Sehat

SOBAT MEDIA - Pagi hari menjadi awal seseorang melakukan aktifitas. Aktifitas bisa beragam bentuk. Mulai dari memasak, bersih-bersih rumah, hingga olahraga. Tidak lupa orang berdoa pagi dan sembahyang untuk memupuk spiritualitas.

Aktifitas sehat pertama yang seringkali terlaksana adalah memasak. Makanan harus sudah siap pada jam sarapan. Jadi, bahan-bahan disiapkan agar tidak kesiangan untuk bersantap pagi. Memasak bisa membakar kalori sehingga tubuh semakin sehat. Orang yang gemar memasak akan terhindar dari penyakit fisik dan psikis.

Membersihkan rumah saat memulai pagi juga akan mendatangkan kesehatan bagi tubuh. Keringat yang dihasilkan dapat membuat hati dan badan terasa lebih bugar. Kebersihan rumah menjamin bakteri dan kuman tidak berkembang cepat. Rumah semakin nyaman untuk ditinggali.

Aktifitas pagi yang juga bisa dilakukan adalah dengan olahraga. Bersepeda membuat keseimbangan berat badan dengan tinggi badan terjaga. Oksigen yang masuk tubuh juga semakin lancar karena asupan udara bersih yang stabil. Selain bersepeda, orang bisa berlari-lari. Atau dalam bahasa inggris kita sebut sebagai jogging. Bila tidak bisa berlari, maka kita bisa berolahraga dengan berjalan kaki. Semua itu kita lakukan agar menjaga kualitas kesehatan di pagi hari.

Menjaga Tutur Kata Dan Tenggang Rasa Pedesaan

SOBAT MEDIA - Gaya bertutur orang-orang desa memang cenderung pasif. Mereka lebih banyak mendengar orang lain yang berbicara tentang isu-isu dari luar desa. Mendengar berita luar, cukup dibatin saja. Lalu nanti bila sudah sampai di rumah dibicarakan bersama keluarga atau tetangganya. Bila tetangga tidak merespon, maka topik pembicaraan akan lenyap terbang oleh angin lalu. Namun, pembicaraan akan berlangsung berhari-hari (menjadi topik utama) bila informasi yang didapat cukup menarik dan penting.

Topik pembicaraan bisa bermacam-macam. Bisa soal ekonomi, sosial, dan moral. Dari bapak di halaman hingga ibu yang sedang memasak akan tenggelam dalam topik yang mereka gandrungi.

Ada beberapa hal yang layak menjadi teladan bagi kita. Sebanyak apapun pembicaraan yang digelar, tidak pernah suatu topik diulas untuk menyinggung orang lain atau menjelek-jelekkan mereka. Sebisa mungkin pembicaraan digelar tidak untuk memupuk kebencian.

Kebiasaan bertutur kata sopan menunjukkan betapa orang desa menjunjung tinggi toleransi. Mereka tidak berujar kebencian dan tetap menjaga perasaan satu sama lain. Dengan menjaga tutur kata, tenggang rasa dari masyarakat Desa terbukti ampuh menjaga harmoni.

12 November 2016

Relevansi Ungkapan Mangan Ora Mangan Kumpul

SOBAT MEDIA - Ungkapan Jawa senantiasa sarat makna. Orang belajar nilai-nilai kehidupan dari setiap ajaran yang terkemas dalam ungkapan. Salah satu ungkapan yang masih populer di hati Masyarakat Jawa adalah Mangan ra Mangan kumpul.

Pada jaman dahulu, ungkapan Mangan ra Mangan kumpul merujuk pada konteks kekeluargaan dalam Masyarakat yang ingin kesatuan keluarga. Apapun keadaan keluarga, tetaplah berkumpul. Entah dalam Keadaan untung atau Tidak keluarga Harus Tetap kumpul. Setiap masa punya kesusahan dan kemakmurannya sendiri. Dulu makan gampang dan uang susah. Sekarang uang gampang dan makanan susah. Memang Jaman punya keunikannya sendiri.

Konteks sekarang, hampir tidak terlihat Lagi tradisi ini. Keadaan masyarakat sekarang menuntut orang untuk eksis menyiasati kehidupan, pekerjaan, dan karyanya. Yang muda harus bekerja. Muda bekerja harus merantau. Misalnya daerah-daerah pantai selatan pulau Jawa. Ada gula-gula rejeki yang harus dikais dengan menjadi semut-semut pekerja. Bekerja harus merantau. Merantau tidak lagi berkumpul.

Kita bisa dipanggil lagi untuk kumpul. Hari raya membuat orang terpanggil untuk kumpul lagi. Berkumpul bersama keluarga. Ini untuk memenuhi panggilan dan rasa untuk kumpul.


Penulis;
Vicky Tri Samekto
Penyair Tinggal di Yogyakarta

Inilah Peran Keluarga Ketika Menyukseskan Suatu Hajatan

SOBAT MEDIA - Kesuksesan suatu pesta atau hajatan dipengaruhi oleh banyak faktor. Persiapan matang tuan rumah menentukan keberhasilan suatu pesta. Kemeriahan dan khidmat suatu pesta rupanya juga tidak terlepas dari orang-orang atau keluarga yang membantu. Berikut ini peran anggota suatu keluarga dalam membantu suatu hajatan.

Seorang bapak berperan membantu Kesuksesan pesta sebagai among tamu, pembuat minuman, atau mendirikan tarub. Hal-hal yang dianggap memerlukan daya lebih senantiasa diserahkan pada bapak-bapak.

Para ibu juga bisa bertindak sebagai juru masak atau among tamu. Para ibu dapat memasak kudapan snack atau jajanan tradisional, memasak sup, lauk-pauk, minuman es dan sub buah, serta menjaga stok logistik saat jalannya hajatan.

Kaum muda merupakan sumber daya multifungsi. Mereka bisa membantu para ibu di dapur atau para bapak mempersiapkan peralatan dan perlengkapan hajatan. Namun, yang paling utama dan tidak bisa digantikan adalah peran anak-anak muda bertindak sebagai pembawa baki. Entah baki berisi makanan atau minuman.

Terbaru

Sistem Keamanan Lingkungan (SISKAMLING) Apakah Masih Diperlukan?

SOBAT MEDIA – Desa dengan berbagai aktifitasnya menuntut setiap warga untuk selalu sibuk. Warga tidak hanya bekerja soal pertanian dan pet...